Awal Tahun, 7 TKI Sampang Bermasalah Dipulangkan 

KBRN, Sampang : Di awal tahun 2022, sebanyak 7 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sampang dipulangkan dari Negara perantauan Malaysia akibat dideportasi.

Plt Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) Kabupaten Sampang, Agus Sumarso menyampaikan, hingga pertengahan awal 2022, sudah terdapat tujuh orang yang dipulangkan karena di deportasi. Mereka yang di pulangkan itu karena bermasalah.

"Bahwa para PMI yang dideportasi itu dipulangkan dari tempat perantauannya setelah ditangkap oleh pihak Polis Malaysia karena tidak membawa surat lengkap saat di perantauan dan by melalui masa penahanan 2 hingga 4 bulan di Malaysia," katanya Rabu (26/01/2022).

Tujuh orang tersebut, berasal dari wilayah Kecamatan Robatal, Tambelangan dan Sokobanah yang masing-masing wilayah tersebut sebanyak dua orang.

"Pihaknya hanya bisa menghimbau agar warga Sampang tidak pergi ke negara perantauan dengan jalur tidak resmi. Sebab efeknya bisa dihukum dan di pulangkan secara paksa," tuturnya.

Sementara warga Kecamatan Sokobanah Mohammad Zainal menyampaikan bahwa pihaknya tidak memungkiri banyak warg berangkat dengan jalur tidak resmi, karena prosesnya lebih cepat.

"Kami tetap dirinya mengharapkan agar pemerintah tetap harus upaya menyadarkan masyarakat untuk berangkat secara legal atau resmi dengan program sosialisasi ke pelosok desa yang warganya banyak jadi TKI," jelasnya.

Zainal menambahkan bahwa masyarakat membutuhkan kesadaran akan pentingnya berangkat secara resmi, karena masih banyak warga yang percaya terhadap tekong atau calo yang memberangkatkan dengan cara lebih instan.

"Maka dari itu kehadiran pemerintah setempat secara konsisten untuk warga sangat perlu, supaya kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait proses berangkat dengan jalur resmi tidak begitu sulit dan aman saat bekerja di perantauan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar