Atlit paralimpik Bahagia Dapatkan Pelatihan Fotografi Dari Tim PSLD Unesa

KBRN, Surabaya : Kehidupan menjadi atlit tak selalu menyenangkan karena akan ada masa dimana mereka harus terpaksa berhenti mengikuti kejuaran dan harus hidup dengan mengandalkan sisa pendapatan sebagai atlit.

Melihat fenomena yang masih ada sampai saat ini terkait hal tersebut kurangnya perhatian kepada para atlit yang akhirnya seringkali membuat mereka menjadi terpinggirkan bahkan terpuruk. Berlatar belakang hal tersebut Tim penggagas sekaligus pelaksana proyek sosial ini diketuai oleh Acep Ovel Novary Beny, S. Pd., M. Pd., Putri Firman Nadella, dan Annadyah Chasanah.Merancang program pemberdayaan yang mampu menciptakan dan meningkatkan kemampuan baru yang dapat menghasilkan serta mampu membantu meningkatkan perekonomian atlit tersebut.

Tim Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Pertamina Foundation menggelar pelatihan fotografi yang merupakan serangkaian pelatihan dari pelaksanaan Pemberdayaan SDM Bidang Fotografi Atlit Paralimpik (Penyandang Disabilitas) Jawa Timur.

Kegiatan pelatihan fotografi yang dilaksanakan pada bulan Januari 2022 ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari teman-teman atlit paralimpik berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Probolinggo, Pasuruan, dll.

Pelatihan fotografi ini menghadirkan narasumber ahli dibidangnya yakni fotografer muda yang memiliki banyak prestasi dalam kejuaran nasional maupun internasional. Kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan, pelatihan, serta pengalaman dalam mengembangkan kemampuan di bidang fotografi ini memiliki harapan besar agar dapat menjadi salah satu kemampuan yang akan mereka unggulkan dimana nantinya dari kemampuan ini akan meningkatkan perekonomian teman-teman atlit paralimpik yang bersangkutan.

Ilmu yang diberikan antara lain terkait pengetahuan tentang fotografi (lightning, posture, composition, kamera, alat pendukung), serta pengetahuan dasar fotografi (editing foto, human, produk, alam, event, travelling).

Melihat antusias dari para peserta tidak menutup kemungkinan mereka akan terus giat mengembangkan kemampuan mereka pada bidang ini. Para peserta diberikan kesempatan untuk dapat mempraktikan secara langsung apa yang telah mereka pelajari dan banyak pula hasil potret yang dihasilkan sangat memuaskan. Peserta dari berbagai jenis disabilitas dan tak membuat mereka merasa mengalami keterbatasan karena mereka mampu mengoptimalkan kemampuan yang mereka miliki. “DISABILITY IS A MATTER OF PERCEPTIONS”

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar