292 Ekor Sapi di Tuban Terpapar Wabah PMK, 4 diantaranya Mati

292 Ekor Sapi di Tuban Terpapar Wabah PMK, 4 diantaranya Mati ( Foto | RRI Tuban ).jpg

KBRN, Tuban : Jumlah sapi yang terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Tuban terus bertambah. Dari data yang diterima reporter RRI Tuban, pada Jumat (27/5/2022) kasus baru PMK bertambah 112 ekor, sehingga total binatang yang terjangkit telah mencapai 292  ekor, yang mana empat diantaranya mati. 

Diketahui, sebaran kasus hewan ternak yang terdeteksi PMK tersebut saat ini telah meluas dan berada di 16 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban. Yaitu berada di wilayah Kecamatan Kerek, Jatirogo, Semanding, Plumpang, Soko, Palang, Senori, Tambakboyo, Montong, Bancar, Rengel, Merakurak, Widang, Jenu, Grabagan, dan juga Kenduruan.

“Tetapi mudah-mudahan kasus ini tidak merebak lagi ya, karena memang penularannya sangat cepat,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan DKPPP Kabupaten Tuban, Pipin Diah Larasati dalam keterangannya. 

Oleh karena itu, Dinas setempat akan melakukan pembatasan lalu lintas hewan ternak dengan tujuan agar penyebaran wabah PMK di Kabupaten Tuban tidak semakin meluas. Sementara ini, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan lintas sektor terkait penutupan pasar hewan. 

Menurutnya, penutupan lalu lintas ternak ini nantinya akan mempengaruhi sosial ekonomi masyarakat banyak, sehingga membutuhkan koordinasi lebih dari berbagai pihak agar penanganan bisa dilakukan dengan tepat dan juga cepat. 

“Jadi harus dikomunikasikan, didiskusikan secepat mungkin untuk menentukan keputusan apakah pasar hewan tersebut ditutup. Tapi yang jelas kita sementara melakukan pemeriksaan kesehatan hewan untuk ternak-ternak yang akan masuk pasar hewan dan juga melakukan disinfeksi,” jelasnya. 

Selain itu, Pipin juga memanita kepada para pemilik ternak untuk ikut berpastisipasi dalam mengendalikan wabah PMK ini. Dengan cara menjaga kebersihan diri, menjaga kebersihan kandang, serta rajin mengecek kondisi kesehatan hewan.

Lebih lanjut, ia juga kembali mengimbau kepada masyarakat untuk rajin berkonsultasi dengan dokter hewan yang ada di wilayahnya. Kemudian segera melaporkan kepada petugas terkait apabila binatang ternaknya terdapat gejala-gejala menyerupai PMK.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar