Blusukan Pasar, Bambang Haryo Ajak Masyarakat Konsumsi Daging

Bambang Haryo Seokartono (BHS) anggota DPR RI periode 2014-2019 blisukan di pasar Gubeng Masjid Surabaya

KBRN, Surabaya : Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak membuat masyarakat khawatir mengkonsumsi daging sapi. Kondisi itu berdampak pada anjloknya penjualan hewan ternak, termasuk di Jawa Timur.

Terkait hal tersebut Bambang Haryo Seokartono (BHS) anggota DPR RI periode 2014-2019 meminta masyarakat tidak perlu risau dan khawatir. Menurut  Bambang daging sapi di Jatim masih aman untuk dikonsumsi. Apalagi bila benar cara pengolahannya.

"Virus PMK tidak perlu ditakutkan, tidak menular ke manusia. Beberapa kali Kemenkes juga mengimbau PMK atau daging tidak menular ke manusia apalagi kalau sudah digodok secara baik bakterinya mati," ungkap Bambang disela blusukan di Pasar Gubeng Masjid, Surabaya, Jum'at (24/6/2022).

Meski meminta masyarakat tidak perlu khawatir, Bambang juga mengingatkan kepada peternak sapi untuk tidak berlaku curang. Jangan sampai Sapi yang sudah mati di potong terus dijual belikan." Harus Halal ya, itu yang kita harapkan," paparnya.

Selain mengkampanyekan tidak takut makan daging, dalam blusukan yang dilakukan di pasar tradisional, Bambang Haryo juga melihat secara langsung infrastuktur di pasar.

Dia berharap, pasar harus mempunyai sertifikat Standarisasi Nasional Indonesia ( SNI). Hal itu kata BHS penting untuk mewujudkan pasar bermutu dari mengubah imej pasar yang kurang diminati, menjadi lebih baik.

"Infrastruktur pasar diharapkan sebagian besar pasar harus SNI layak. Ada tempat Ibu menyusuinya, masalah toilet perlu ditambah dan bersih sehingga kenyamanan pasar bisa baik dan teratasi dengan baik. Kalau pasar memenuhi syarat nanti banyak yang bebelanja,' paparnya.

Dalam kesempatan ini, Bambang Haryo juga menyoroti kebutuhan pokok seperti halnya cabai dan minyak yang masih tinggi. Politisi dari Partai Gerindra ini bahkan memerintahkan staf ahlinya untuk melakukan pengecekan harga-harga di BRI Teras.

"Saya sampaikan staf ahli di BRI Teras harga cabai diluar Surabaya berapa, ini nanti diharapkan Pemerintah Kota itu bisa membeli cabai tersebut dari wilayah yang penjualannya lebih murah," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar