Cerita Pilu Pensiunan Polisi di Sidoarjo, Makan dari Belas Kasihan Tetangga

AKP Purnawirawan (Purn) Bambang Sungkono tergeletak di lantai kamarnya. Stroke dan penyakit bawaan lainya mulai membuatnya ditinggalkan oleh keluarga.

KBRN, Sidoarjo : Seorang pensiunan polisi AKP Purnawirawan (Purn) Bambang Sungkono, terlantar dengan penyakit stroke dan diabetes yang kian menggerogoti tubuhnya.

Tinggal sendiri di sebuah rumah kecil yang ada di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Bambang bertahan hidup sendiri menahan sakit stroke serta diabet tanpa ditemani anak dan istrinya.

Ditemui dirumahnya, Bambang mengatakan jika dirinya dirumah tersebut sendirian. Istrinya telah lama sakit, anak pertamanya ikut dengan suaminya sedangkan dua lainnya tinggal dirumah istrinya.

"Tahun 2020 saya pensiun, terakhir saya dinas di Satuan Binmas Polresta Sidoarjo," kata Bambang sembari menahan sakit.

Dirinya juga mengaku bahwa pihak kepolisian bersama dengan dinas sosial serta pemerintah desa sempat mendatanginya memberi sejumlah sembako.

Tidur beralaskan tikar dan ubin, serta kondisi kesehatan yang juga jarang dikontrol membuat Bambang mengaku pasrah atas kehidupan yang menimpanya saat ini.

"Saya kalau tidur ya disini, nanti kalau dingin baru geser ke tikar. Kalau pipis atau berak saya pakai popok. Masih bisa pakai sendiri meskipun ya seadanya karena tangan kiri dan kaki kiri saya kan stroke jadi susah digerakkan," ungkapnya sedih.

Salah seorang warga berinisial WK menjelaskan jika sehari-hari Bambang menyambung hidup dengan diberi makan oleh para tetangganya.

"Ya, kita kasihan, mas. Anak-anaknya juga hampir jarang kesini. Pak Bambang ini punya anak 3 setau warga, cuman ya gitu juarang banget kesini. Kalau makan, kita tetangga samping-samping rumah ini yang giliran tiap pagi, siang dan sore," jelas WK saat ditemui, Minggu (26/6).

Lebih lanjut WK menerangkan bahwa kondisi memprihatinkan dari Bambang tersebut juga telah diketahui oleh Pihak Desa.

"Kita warga sini juga ndak berani ngomong ditelantarkan tapi kalau melihat kondisi beliau seperti ini, anak-anaknya juga ndak memperhatikannya. Kan kita juga kasihan sebagai tetangganya, padahal rumah anaknya ndak jauh dari sini masih satu kecamatan di Tanggulangin sini kok, mas," terangnya.

Ia menambahkan jika dalam kunjungan terakhir oleh Pemerintah Desa dengan Dinas Sosial, rencananya Bambang akan dibawa dan dirawat oleh Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo.

"Terakhir kemarin itu sempat ada penawaran dari Dinas Sosial untuk dirawat, tapi anak-anaknya ndak mau karena alasannya masih mampu. Tapi kalau dilihat kesehariannya saja mereka hampir ndak pernah kemari, mas. Kita dari warga juga bingung," tambahnya.

Di hari Bhayangkara ke-76 ini, warga sekitar rumah Bambang mengharapkan adanya atensi khusus untuk para purnawirawannya. Mereka meminta agar ada perhatian minimal dari segi kesehatan dari pihak kepolisian.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar