Penerapan Aplikasi MyPertamina Dimulai Hari Ini, Bagaimana Nasib Yang Tidak Punya HP?

aplikasi pertamina masih menjadi polemik publik

KBRN, Tuban : 1 Juli 2022, penerapan pembatasan pembelian BBM bersubsidi telah dimulai. Bagi warga yang ingin membeli diharuskan mengunduh aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pembelian. Namun kini Pertamina memberikan alternatif tanpa harus mendownload aplikasi MyPertamina, yaitu dengan mendaftar melalui website subsiditepat.mypertamina.id, setelah mendapat kode QR, kode tersebut dapat ditunjukan atau di print out sebagai bukti saat pembelian BBM di SPBU Pertamina.

Dalam aplikasi tersebut dijelaskan bahwa ada beberapa langkah yang harus ditempuh untuk bisa membeli pertalite atau solar bersubsidi yaitu dengan menyiapkan dokumen seperti KTP, STNK, dan foto kendaraan.

“ Ribet, saya yakin orang-orang pasti belum paham tentang hal ini, apalagi nanti pembeli akan bertanya pada petugas SPBU mengenai aplikasi tersebut, sedangkan kita kerjanya disini hanya menjaga dispenser, bukan menjelaskan hal-hal seperti itu, dan saya yakin omset juga pasti akan menurun, di pelosok kaya gini orang-orang kecil yang tidak paham gadget pasti akan lebih memilih membeli  eceran” ujar Arif (40), penjaga SPBU Desa Bektiharjo

Kendaraan yang memiliki kapasitas mesin 2000 cc dan sepeda motor diatas 250cc tidak lagi bisa membeli BBM bersubsidi. PJS Corporation Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menyatakan pembatasan pembelian pertalite dan solar ini dilakukan agar penggunaan BBM bersubsidi tepat sasaran, ia juga menambahkan  meski belum mendaftar sebagai penerima BBM bersubsidi masih bisa melakukan pembelian seperti biasa.

“ Harus daftar seperti itu saya ini tidak paham. Saya mending berhenti jadi sopir truk, karena saya sudah tua beda sama anak muda yang punya hp dan setorannya banyak” jelas solikan (65)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar