Kasus Jemaah Haji Dipulangkan, AMPHURI Jatim Imbau Calon Jemaah Berhati Hati Pilih Travel

Jemaah haji asal Jatim (Foto: Anik RRI)

KBRN, Surabaya : Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2022 dari Indonesia sempat tercoreng dengan kabar dipulangkannya 46 orang jamaah haji, lantaran diduga menggunakan bukan visa semestinya.

Ditengarahi, mereka mengaku melaksanakan ibadah haji dengan mengunakan visa haji Furoda atau visa haji mujamalah.

Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPD AMPHURI) Jawa Timur, M Sufyan Arif mengungkapkan, bahwa kasus pemulangan 46 orang jamaah haji tersebut bukan haji Furoda.

"Mereka pakai visa dari negara lain, dan dipalsukan pakai bendera Indonesia, diganti. Harusnya itu keluar visa Mujamalah yang dari dua negara itu. Itu penipuan," ujarnya kepada RRI Surabaya, Rabu (6/7/2022).

Sufyan menjelaskan, bahwa Haji Furoda merupakan kuota yang diberikan oleh Emir atau pejabat berwenang yang ada di Kerajaan Arab Saudi. Sedangkan Haji Mujalamah merupakan visa undangan yang dikleuarkan oleh Kedutaan Arab Saudi di Indonesia.

"Teman teman travel itu kalau sudah punya chanel salah satu Emir atau Pejabat dari Saudi, mereka akan mendapatkan user id, untuk tetap inputnya punyaknya Arab Saudi," imbuhnya.

Diakuinnya, bahwa Haji Furoda membutuhkan biaya yang lebih mahal dibandingkan haji reguler, karena harganya tergantung dari penawaran oleh Emir yang bersangkutan.

"Travel itu nego sendiri sama pihak yang punya user id, mereka sepakat harga visa berapa," jelasnya.

Travel atau Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang bisa menawarkan untuk haji Furoda atau Mujamalah adalah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang resmi ditunjuk oleh Kementerian Agama.

"Makanya jamaah itu harus hati hati saat mereka mendaftar untuk menjadi jamaah haji Furoda. Jadi Haji Furoda maupun Mujamalah, itu resikonya fifty-fifty. Selain PIHK, tidak boleh memberangkatkan haji Furoda," tandasnya.

Oleh karena itu, harga Haji Furoda jauh lebih mahal, yakni di kisaran antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. Namun jemaah bisa daftar dan berangkat pada tahun yang sama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar