Tiga Kasus Pencabulan Anak Kembali Terjadi di Sidoarjo, Kemana Satgas Besutan Bupati

Ilustrasi: istimewa

KBRN, Sidoarjo : Seorang ayah tiri tega mencabuli anak dari istri sirinya yang masih berumur 10 tahun. Aksi bejat itu dilakukan di sebuah rumah kos daerah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. 

Perbuatan bejat itu diketahui oleh MJ Ibu kandung korban ketika mengetahui ada bercak darah di pakain sang anak saat hendak dicuci.

"Saat mencuci baju tidur/Babydoll kok ada darah di bagian celananya, saya curiga dan langsung tanya ke anak saya," ungkap MJ, Rabu (6/7).

Dari keterangan korban, MJ mengatakan jika perbuatan biadab suami sirinya sudah beberapa kali dilakukan terhadap sang anak yang masih dibawah umur.

"Sudah beberapa kali dilakukan," ungkapnya sedih.

Berdasar pengakuan sang anak, MJ akhirnya melaporkan YM suami sirinya itu ke pihak Kepolisian. Diketahui YM adalah warga asli Surabaya yang tinggal bersama MJ di sebuah rumah kos daerah Sidoarjo.

Sementara itu, Iptu Tri Novi Handono Kasi humas Polresta Sidoarjo saat dikonfirmasi membenarkan jika MJ selaku ibu kandung korban telah membuat laporan ke Polresta Sidoarjo.

"Benar korban sudah melaporkan dan saat ini masih dalam penyidikan," terang Iptu Novi.

Dalam dua pekan terakhir beberapa kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur bermunculan di Sidoarjo. Selain gadis berusia 10 tahun yang jadi korban ayah tirinya. Ada dua korban lain di dua Kecamatan yang berbeda yang mengalami nasib yang sama.

Tiga anak dibawah umur ini menjadi korban kebiadaban ayah tiri mereka. Ironinya kejadian tersebut terjadi selang beberapa Minggu dari di bulan Juni dan April kemarin.

Beberapa kasus diatas seakan berbanding terbalik dengan predikat Kabupaten layak anak yang disematkan pemerintah provinsi untuk Sidoarjo.

Pada 2019 dan 2021 lalu Sidoarjo mampu mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan kategori Nindya. 

Pada penilaian KLA tahun ini pun Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) menargetkan KLA naik kategori utama.

Padahal, merujuk pada data kepolisian, kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik pada anak serta KDRT yang terjadi di Sidoarjo pada tahun 2020 dan 2021 mengalami peningkatan drastis.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana saat dikunjungi Menteri Sosial Tri Rismaharini beberapa waktu lalu mengungkap, pada tahun 2020, jumlah kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik pada anak sebanyak 44 kasus. Jumlah ini naik menjadi 83 kasus pada tahun 2021.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali pada saat kunjungan Menteri Sosial juga menegaskan pihaknya akan melakukan upaya pencegahan terhadap kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik pada anak serta KDRT.

Wacana Pemkab Sidoarjo membentuk satgas perlindungan anak yang bertugas turun ke wilayah-wilayah, termasuk ke sekolah dan para orang tua beberapa waktu lalu sepertinya belum membuahkan hasil.

Satgas yang diberi tugas mengimbau masyarakat terkait pentingnya saling mengawasi pengaruh lingkungan sekitar, harmonisasi keluarga dengan lebih memperhatikan perkembangan anak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk anak-anak mengenai bahaya pornografi diharapkan bukan hanya sekedar wacana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar