Ketum TI Jatim: Sport Science Sudah Dijalankan di SMANOR Sidoarjo

KBRN, Surabaya : Kendati program Institute of Sport Science (ISS) baru diluncurkan pada akhir 2021 lalu namun secara umum cabang olahraga di Jawa Timur sudah menerapkan sport science dalam program pembinaan atletnya.

Salah satunya dari cabang olahraga beladiri taekwondo Jawa Timur. Ketua Umum Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Timur Muhammad Yusron, menyebut program sport science sudah masuk dalam program pembinaan yang dijalankan oleh pengurus maupun pelatih Taekwondo Jawa Timur seperti yang dilakukan di Sekolah Menengah Umum Negeri Olahraga (SMANOR) Sidoarjo.

"Program sport science itu sepertinya sudah kita pakai. Sementara saat ini kita pakai di SMANOR Sidoarjo. ISS itu sebenarnya merupakan rangkaian dari bagaimana caranya kita mencari bibit atlet terus pelatih dan ujung-ujungnya kan bagaimana peak performance-nya di kejuaraan," ujar Yusron, Kamis (20/1/2022).

"Jadi di SMANOR itu sudah kita laksanakan sport science. Jadi waktu ada pendaftaran untuk anak-anak yang akan sekolah di SMANOR khususnya dari cabang olahraga taekwondo, kita lihat tidak hanya dari suaranya saja tapi juga kita lihat semua fisik dan dalamnya. Ada Atlet taekwondo terbaik se-jawa Timur dari Lumajang, bagus pokoknya psikologi nya juga bagus tapi begitu dimasukkan tes kesehatan yang difoto ternyata kakinya cedera. Jadi kalau seperti itu ya percuma, diperbaiki seperti apa, pasti cedera," lanjutnya.

Diharapkan Muhammad Yusron, pelatih taekwondo yang berpengalaman dan sudah menimba ilmu usai mengikuti kegiatan diklat pelatih yang diselenggarakan Pengurus Propinsi taekwondo Indonesia TI Jawa Timur dapat memantau terus atlet taekwondo yang dibina di SMANOR Sidoarjo maupun di program Pemusatan Latihan Daerah Puslatda KONI Jawa Timur. (OA)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar