Raih Rekor MURI, 1.200 Peserta Meriahkan Senam SICITA Di Kediri

Raih Rekor MURI, 1.200 Peserta Meriahkan Senam SICITA Di Kediri. (Foto: Ayu Citra)
Suasana senam SICITA di Kawasan Wisata SLG Kediri. (Foto: Ayu Citra)

KBRN, Kediri: Sebanyak 1.200 peserta tampak mengikuti Senam Indonesia Cinta Tanah Air atau disebut SICITA, yang digelar serentak se-Indonesia. Namun khusus di Kabupaten Kediri, kegiatan yang diadakan untuk menambah imun tubuh tersebut dilaksanakan di Kawasan Wisata Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, pada Jumat pagi (20/5/2022).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro mengatakan, kegiatan Senam SICITA tersebut diadakan masih dalam rangkaian HUT PDI Perjuangan ke - 49 dan mencetak rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), karena menghadirkan peserta senam terbanyak di Indonesia.

"Secara umum senam ini juga sesuai dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, mengenai senam sehat yang sekaligus bisa menunjukkan rasa cinta tanah air," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro, di usai mengikuti Senam SICITA dan pemecahan Rekor MURI di Kawasan Monumen SLG Kabupaten Kediri.

Murdi Hantoro yang juga menjabat Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Kediri, menambahkan, senam yang dibuat khusus oleh PDI Perjuangan ini juga bertujuan, tak hanya menyehatkan. Akan tetapi, juga untuk membangun nation and character building.

"Khususnya, guna meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan untuk menggelorakan rasa cinta tanah air," katanya.

Sebagai informasi, untuk menambah semarak maka pada acara ini juga dihadirkan doorprize dengan berbagai hadiah menarik bagi peserta senam yang beruntung.

Tak hanya itu, pihak panitia di Kediri juga menghadirkan Gerai Vaksinasi Covid-19 yang bersinergi dengan tenaga medis dari Puskesmas Ngasem. Diketahui, pemberian vaksin dosis 1, 2, dan 3 tersebut diperuntukkan bagi mereka yang belum divaksin, baik membidik peserta senam SICITA maupun masyarakat umum yang berada di Kawasan Wisata SLG, di mana secara total stok vaksin yang disiapkan mencapai 5.000 dosis.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar