Polisi Tangkap 6 Anggota Perguruan Silat Yang Aniaya 2 Remaja di Jombang

Polres Jombang menunjukan barang bukti dan oknum anggota perguruan silat tersangka penganiayan. (FOTO/ISTIMEWA)

KBRN, Jombang: Polres Jombang Jawa Timur meringkus 6 anggota perguruan silat yang diduga terlibat penganiayaan terhadap dua pemuda di Kabupaten Jombang.

Kelompok salah satu perguruan silat tersebut diduga menganiaya dua pemuda diantaranya AP (20) dan temannya BPS (17) hingga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya dan membakar sepeda motor korban di di Desa Ketapangkuning, Kecamatan pada Kamis, (26/5/2022) siang.

"Sejauh ini, polisi berhasil meringkus 6 dari 12 pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha dalam Pers rilis, Jumat (27/5/2022).

Giadi mengatakan, penyebabnya sepele. Saat itu korban memakai kaus perguruan silat di tempat para pelaku berlatih. Korban usai menyaksikan kuda lumping sekitar pukul 15.00 WIB. BPS hendak pulang ke Desa Bendungan, Kudu, Jombang.

"Mendengar kabar sepeda motor terbakar, AP yang hendak pulang ke Desa Kepuhrejo, Kudu, Jombang bergegas ke lokasi. Ia berupaya melerai saat melihat temannya dikeroyok para pelaku. AP pun ikut dikeroyok," ungkap Giadi.

Korban (AP) masih sempat kabur, lalu bersembunyi di rumah temannya. Setelah merasa aman, ia melapor ke Polsek Ngusikan. Tim gabungan Satreskrim Polres Jombang dan Polsek Ngusikan saat ini masih memburu 6 dari 12 pelaku yang diringkus.

"Hanya baju saja yang identik dengan salah satu perguruan silat lainnya. Setiap kejadian (pengeroyokan) yang memicu hanya baju atau warna baju," kata Giadi saat jumpa pers di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Jumat (27/5/2022).

Tersangka Rifki mengaku nekat melakukan pengeroyokan karena tersinggung saat melihat korban memakai kaus perguruan silat lain. Ia merasa saat itu korban berada di wilayah kekuasaan perguruan silatnya.

"Para pelaku pengeroyokan mayoritas berstatus pelajar. Keenam tersangka sudah kami tahan di Rutan Polres Jombang. Mereka kami jerat dengan pasal 170 KUHP," terang Giadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar