Demo Lapangan Golf Pakuwon Dinilai Salah Alamat

Demo lapangan golf pakuwon oleh ahli waris Almarhum Satoewi

KBRN, Surabaya : Sengkarut masalah tanah antara Ahli Waris Almarhum Satoewi dan PT Pakuwon Jatim berlanjut, Kamis (21/10/2021). Puluhan orang mendatangi lokasi sengketa yang terletak di lapangan golf kawasan Pakuwon, Surabaya.

Ahli Waris Almarhum Satoewi, Somo bersama puluhan orang melakukan aksi demonstrasi di kawasan Pakuwon Indah, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.

Dalam aksinya mereka membentang kan poster dan baner diantaranya bertuliskan, tanah ini dibawah pijakan kami, didasari surat-surat yang formal namun terindikasi pada proses pembuatan, dan kami ahli waris dari almarhum Satoewi dan almarhum Saturi dirugikan hingga saat ini.

Menurut Somo tanah atas nama Soewito, petok 956 persil 169 S I luas tanah kurang lebih 8.410 M2 dan tanah atas nama Saturi, petok 959 persil 171 d II luas kurang lebih 4.980 M2. 

Sedangkan surat formal SHM no. 495 persil 148 S luas tanah 9.550 M2 dan SHM no. 496 persil 144 b S II luas tanah 8.665 milik PT. Artistan Surya Kreasi tidak menunjukan ke tanah milik almarhum Satoewi dan milik almarhum Saturi karena baik nomer petok dan nomer persil serta luas tanah berbeda. 

Sementara itu, Kapolsek Lakarsantri Kompol Mahari membenarkan, bahwa pihak ahli waris menyampaikan tuntutannya saja , namun yang menjadi tanggung jawab terkait pengelola tanah disini masih ada kegiatan jadi diwakilkan. 

"Minimal pihak yang mewakili bisa mendengarkan tuntutan ahli waris dan secepatnya akan diberi jawaban," ujar Kompol Mahari kepada awak media.

Terpisah, juru bicara Law Firm Handiwiyanto & Assosiate yang menjadi kuasa hukum PT Pakuwon Jati, Billy Handiwiyanto menjelaskan, tanah yang disoalkan itu sudah diputuskan oleh pengadilan tata usaha negara (PTUN).

Billy menegaskan, seharusnya pihak yang mengatasnamakan ahli waris ini seharusnya mentaati putusan pengadilan, tidak melakukan demo yang tidak jelas. 

Ia menjelaskan, asal usul tanah tersebut terdapat perjanjian tukar guling pada tanggal 25 April 1994, antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan PT. Artisan Surya Kreasi. 

Kemudian serah terima itu dilaksanakan pada tanggal 28 April 1999, yang mana bidang tanah sebagaimana dimaksud dalam SHM (Sertifikat Hak Milik)."SHM 495 dan SHM 496 itu termasuk didalamnya," terang Billy. 

Selanjutnya, PT Artisan Surya Kreasi mengajukan permohonan atas bidang tanah tersebut dapat diterbitkan sertifikat SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan). 

Alhasil, SHGB tersebut telah diterbitkan dengan nomor 7924 atas nama PT Artisan Surya Kreasi dengan surat ukur tanggal 30/9/2009 nomor : 424/lontar/2009, luas : 36.885 M2 yang dikeluarkan kantor BPN 1, pada 20 Maret 2017.

Waktu sidang perkara gugatan pihak penggugat (Somo) sangat disesalkan, ternyata bukti surat petok Padjeng no. 956 persil 169 S.I. dan petok no. 956 S. II yang diajukan hanyalah berupa foto kopi yang tidak dapat ditunjukan bukti surat aslinya. 

"Menurutku pihak Ahli Waris tersebut salah alamat kalau kita didemo apalagi diperkarakan," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00