Tuntut Kondusifitas, Ratusan Warga Desa Tanon Gelar Aksi Damai

Tuntut Kondusifitas, Ratusan Warga Desa Tanon Gelar Aksi Damai. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: Sebanyak ratusan warga Desa Tanon, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri menggelar aksi damai di balai desa setempat, Selasa (17/5/2022). Giat yang berlangsung di depan Kantor Desa tersebut, juga tampak diwarnai oleh tindakan warga yang membawa banner. 

Koordinator Aksi Damai, Gerakan Masyarakat Peduli Desa Tanon, Sugianto mengatakan, dalam kegiatannya itu, pihaknya menyampaikan empat tuntutan.

"Bagi kepala desa, diminta memfasilitasi dan mempertemukan pihak satu dan dua yang dimaksud Arif Kristianto selaku Sekretaris Desa Tanon dengan keluarga istrinya, kepala desa harus menjaga kerukunan antar umat beragama di Desa Tanon," kata Sugianto. 

Selain itu, ia meminta, kepala desa harus terbuka dalam menyelesaikan suatu masalah yang saat ini menjadi isu tidak benar. Bahkan kepala desa juga diharuskan segera menyelesaikan persoalan sekretaris desa dan keluarga istrinya yang belum selesai. 

"Kami ingin desa Tanon kondusif dan tidak terjadi ada kericuhan maupun keributan," kata Sugianto.

Lebih lanjut, aksi damai ini dengan sepakat menunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Kediri ataupun Sekretaris Daerah untuk melihat hasil keputusannya. 

Oleh karena itu, hingga saat ini belum ada pemberhentian dan penonaktifan sekretaris desa, hanya saja ada sanksi administrasi yang diberikan.

"Hasilnya belum ada, tapi kami bersama warga akan tetap kawal terus sampai selesai. Kami juga ingin sekdes bisa menjabat sekretaris Desa Tanon dan kita ingin desa ini kerukunannya kondusif, serta saling terjaga tidak ada isu yang menyebabkan pecah belah akhirnya merugikan kita semua," katanya. 

Sementara itu Kepala Desa Tanon, Kusnadi, saat ditemui usai mediasi menambahkan, hasil dari kejadian ini sudah keputusannya dari tim fasilitator Kabupaten, yang nantinya menunggu hasilnya seperti apa. 

Terkait gambaran pertemuan mediasi ini, disampaikan, bahwa mengembalikan kepada sekretaris desa karena sudah lima kali dilakukan mediasi dan memberikan teguran terus masalah tersebut. 

"Nanti ini masih proses di Pemkab Kediri menunggu keputusan hasil fasilitator, dan apapun keputusannya akan saya tetap jalani," katanya.

Sebagai informasi, dalam unjuk rasa ini ratusan warga terlihat berjalan kaki sambil membawa banner. Salah satu banner itu, 'Lek Gak Iso Ngurusi Deso Kades mundur ae Deso Ben di urusi arek-arek'.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar