Kejari Kota Kediri Musnahkan Barang Bukti Dari 67 Perkara

Kejari Kota Kediri Musnahkan Barang Bukti Dari 67 Perkara. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri menggelar pemusnahan barang bukti dari 67 perkara pidana umum (pidum). Pemusnahan ini diadakan sesuai pengamanan sejumlah barang bukti untuk periode Agustus 2021 hingga April 2022.

Pada kegiatan pemusnahan barang bukti yang dilaksanakan di halaman belakang Kantor Kejari Kota Kediri, Kepala Kejari Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf, SH., MH menjelaskan, barang bukti yang sudah mempunyai kekuatan yang tetap (incracht).

"Tadi barang bukti yang kami musnahkan secara keseluruhan nominalnya mencapai sekitar ratusan juta rupiah. Pasalnya yang paling menonjol yaitu narkoba jenis sabu sabu sebanyak 173,88 gram Sabu-sabu," kata Kepala Kejari Kota Kediri, Novika Muzairah Rauf, SH., MH, dalam pemusnahan barang bukti bernilai ratusan juta Rupiah, di Halaman Belakang Kantor Kejari Kota Kediri, Rabu (25/5/2022).

Secara umum, pemusnahan BarangBukti Narkoba yang telah diputus oleh Pengadilan dan mempunyai kekuatan hukum tetap berdasarkan Pasal 270KUHAP. Pemusnahan barang bukti ini merupakan tindak lanjut daripemusnahan barang bukti lainnya oleh bidang PB3R yang tidakmemerlukan perlakuan khusus.

"Saat ini dilakukan pemusnahan barang bukti terhadap perkara PidanaUmum yang diputus sejak Agustus 2021 sampai dengan April2022, dengan barang bukti dari 67 perkara Pidana Umum, atasnama terpidana Alan Geri Gantara Nomor putusan:109/Pidsus/2021/PN Kdr, tanggal 10 Agustus 2021," katanya.

Lebih lanjut, selain barang bukti sabu sabu sebanyak 173,88 gram, ada pula seperangkat alat hisap, ganja kering sebanyak 231,9 gram, dan obat keras berbahaya sebanyak 50.580 butir pil dobel L.

"Seluruh barang bukti ini untuk selanjutnya dimusnahkan dengan cara dibakar. Harapannya, barang bukti ini tidak dapat dipergunakan lagi," katanya.

Pada kesempatan ini, turut hadir para tamu undangan dari Kepolisian, BNN, Dinas Kesehatan dan Pengadilan Kota Kediri.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar