Juli 2022, Imigrasi Kediri Targetkan Penerbitan 3.150 Paspor

Layanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kediri. (Foto: istimewa)

KBRN, Kediri: Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sejak Januari 2022 lalu mengenalkan aplikasi M-Paspor untuk mempermudah pembuatan paspor. Aplikasi M-Paspor merupakan aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk pengajuan permohonan paspor baru dan penggantian paspor secara online.

"Melalui M-Paspor, pemohon paspor dapat mengajukan permohonan dengan mengunggah berkas ke aplikasi yang tersedia untuk pengguna android maupun IOS," ungkap Erdiansyah, Kepala Kantor Imigrasi Kediri, dalam siaran pers, Kamis (30/6/2022).

Dengan adanya aplikasi tersebut, maka para pemohon paspor tidak perlu menunggu lama petugas mengunggah dan memasukkan data permohonan. Selain itu, dalam aplikasi M-Paspor terdapat fitur-fitur meliputi pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) awal, reschedule jadwal kedatangan, cek status permohonan paspor, validasi nomor induk kependudukan (NIK), dan integrasi dokumen perjalanan.

"Selama bulan Juli 2022 di Kantor Imigrasi Kediri tersedia 3.150 kuota atau rata-rata 150 per hari. Untuk itu masyarakat yang akan bepergian ke luar negeri dapat memanfaatkan hal tersebut," ujar Erdiansyah.

Untuk mempermudah pelayanan Kantor Imigrasi Kediri juga melayani pengurusan paspor di Mall. Layanan yang dinamakan Radisenggol (Imigrasi Kediri Sobo Neng Mol) ini tersedia setiap Selasa dan Rabu pukul 11.00–15.00 WIB dengan kuota 15 permohonan.

"Masyarakat tak perlu datang ke Kantor Imigrasi, pengurusan paspor dapat dilakukan secara walk-in sambil belanja di Kediri Town Square," tambah Erdiansyah.

Meski dilakukan di mall, Erdiansyah memastikan, standar pengurusan paspor sama persis dengan layanan di Kantor Imigrasi. Karena itu dia meminta masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut untuk mengurus paspor dengan mudah.

Sementara itu, selama semester pertama tahun 2022 terjadi peningkatan cukup tinggi permohonan paspor yakni 16.545 buku paspor, meningkat 312,94 persen dari semester kedua tahun lalu. Peningkatan ini disebabkan antara lain mulai dibukanya ibadah umroh, dan juga mulai dibukanya pintu kedatangan di negara lain.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar