Hakim PN Surabaya, Terkena OTT KPK, Ini Kasus yang Ditangani

Kondisi PN Surabaya pasca penyegelan ruang salah satu hakim di PN Surabaya

KBRN, Surabaya : Penangkapan Hakim dan Panitera di lingkup Pengadilan Negeri Surabaya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat kaget. Hal itu lantaran pada awal tahun semua aparatur pengadilan melakukan pakta integritas.

Menurut Humas Pengadilan Negeri (PN), Surabaya Martin Ginting pakta integirtas tersebut untuk mengingatkan aparatur pengadilan tidak mencederai pekerjaannya selaku penegak hukum.

"Awal tahun pimpinan kita (Ketua PN Surabaya) meminta menandatangani pakta integritas," ungkap Martin Ginting, Kamis (20/1/2022).

Martin menjelaskan ditangkapnya dua aparatur peradilan di lingkup PN Surabaya tidak sampai mengganggu perkara yang ditangani, nantinya lanjutnya ada Hakim yang menggantikan sehingga tetap berjalan tanpa kendala.

"Tentunya perkara yang ditangani oleh yang bersangkutan tentunya akan dialihkan ke hakim lain. Kalau Majelis lainnya tentu melakukan pelayanan seperti biasa," paparnya.

Martin juga membeberkan perangai hakim dan panitera pengganti yang terjaring OTT KPK tersebut, menurutnya, selama menjalankan tugas, tingkah laku keduanya tidak ada yang mencurigakan.

"Kinerja mereka normal dan tidak ada yang sifatnya mencurigakan atau melakukan hal-hal negatif," kata Ginting.

Keduanya aktif di PN Surabaya sejak Mei 2020. Hakim bernama Itong Isnaini Hidayat itu selama bertugas belum ada kasus menonjol yang ditangan."Belum ada saya melihat kasus-kasus menonjol ditangani yang bersangkutan," ujar dia.

Ketika disinggung terkait jumlah penegak hukum yang terkena OTT, Ginting belum mengetahui kabar pastinya, namun dari kabar yang beredar terangnya selain Hakim dan Panitera pengganti juga ada satu pengacara yang ikut diamankan.

Kepastian adanya OTT di Surabaya juga disampaikan Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri. Melalui keterangan tertulis, Kamis (20/1/2022) membenarkan ada operasi tangkap tangan hakim dan panitera di Pengadilan Negeri Surabaya.

"Benar, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di Surabaya Jawa Timur," katanya

Mereka, kata Fikri diduga terlibat suap terkait perkara yang berjalan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.Terdiri dari Panitera dan pengacara yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya.

"Terdiri dari Panitera dan pengacara yang diduga sedang melakukan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan uang terkait sebuah perkara di PN Surabaya," ucap Ali.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar