Ayah Kandung Siksa Anak di Sidoarjo Dituntut 7 Bulan Penjara

Ilustrasi : Dok.ist

KBRN, Sidoarjo : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo menuntut 7 Bulan Penjara terhadap Tamyizul (35) Terdakwa kasus kekerasan terhadap anak kandungnya sendiri saat sidang lanjutan sidang di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Rabu (26/1/2022) .

"Atas perbuatan melanggar Pasal 80 Ayat 1 UU Perlindungan Anak, atas hal tersebut kami tuntut 7 bulan penjara," kata JPU Kejari Sidoarjo, Lesya Agastya saat membacakan membacakan.

Adapun hal hal yang memberatkan yang menjadi pertimbangan Penuntut umum menuntut adalah, Perbuatan mengakibatkan luka memar sesuai hasil visum korban.

Selain itu, Sesuai bukti dari hasil pemeriksaan kejiwaan atau psikologis terhadap korban oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pemkab Sidoarjo, akibat perbuatan terdakwa korban yang merupakan anak kandungnya sendiri mengalami trauma serta takut bertemu dengan terdakwa atau Ayah kandungnya tersebut. 

Lesya menambahkan jika yang meringankan terdakwa selama proses sidang sopan dan tidak pernah bermasalah dengan hukum.

"Terdakwa sopan selama persidangan dan terdakwa tidak pernah berurusan dengan permasalahan hukum, itu yang kami anggap meringkan Terdakwa," imbuh Lesya membacakan tuntutanya.

Menanggapi Tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Sidoarjo, Ketua Majelis Hakim Eni Sri memberi waktu kepada  Terdakwa Tamyizul untuk membuat pembelaan atau pledoi dalam lanjutan sidang yang akan digelar Rabu (2/2/2022) minggu depan.

"Terdakwa kami beri waktu untuk membuat Pledoi atau pembelaan terkait tuntutan Jaksa," ungkap Ketua Majelis Hakim kepada terdakwa.

Terdakwa Tamyizul pun meminta waktu 1 minggu untuk membuat pembelaanya, dan akan dibacakan pada sidang lanjutan pada Rabu (2/2/2022).

"Satu minggu saya siapkan pembelaan saya Ibu Majelis Hakim," Jawab singkat Terdakwa.

Sementara itu, Ny Linda ibu Korban DR (9) mengungkapkan rasa syukurnya karena keadilan yang hampir satu tahun dia perjuangkan demi anaknya itu akhirnya terjawab dengan tuntutan Jaksa Kejari Sidoarjo.

"Apa yang saya perjuangkan bersama anak saya akhirnya terjawab, Jaksa menuntut bersalah dan 7 bulan penjara. Semoga keputusan Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo nanti sama dengan Tuntutan Ibu Jaksa Lesya," harap Linda.

Saat ini imbuh Linda, dirinya fokus membawah DR konsultasi terus ke Psikolog untuk mengobati trauma atau depresi Anak perempuanya itu.

"DR mengalami depresi berat atas perbuatan Terdakwa. Saya terus ajak konseling ke Psikolog bantuan dari Bapak Bambang Haryo Soekartono. Memang anak saya membutuhkan waktu lama agar depresinya bisa hilang," sedih Linda

Linda pun menegaskan jika saat ini DR enggan bersekolah karena masih takut jika nanti saat disekolah ada terdakwa atau ayah kandungnya itu. DR minta agar dia pindah sekolah dan tinggal dengan Ibu saya (nenek DR red) di Jombang. 

"Setelah persidangan selesai saya akan komunikasi dengan Psikolog bagaimana jika anak saya tinggal dengan Ibu saya di Jombang, untuk menghilangkan rasa traumanya dan ada lingkungan baru serta teman baru bagi DR saat tinggal Jombang nanti," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar