Sejarah Bubur Syuro dari Kapal Nabi Nuh

Bubur Syuro dan Ustad Mahfudi

KBRN, Surabaya : Salah satu budaya dalam menandai hari besar Islam, terutama pada bulan Jawa Suro (Muharam, Arab), selain setiap malam 1 Suro atau awal Suro jamasan keris atau pusaka. Pada 10 Muharam (Asyuro) juga sangat masyhur dengan budaya Bubur Syuro. 

Bubur Syuro seperti bubur ayam, tetapi tanpa kua dan diberi tambahan abon, tempeh kering, telor dadar, dan lauk lainnya selalu menjadi budaya orang Islam dan sebagian besar orang Jawa.

Jika jamasan (mencuci) keris atau pusaka, diibaratkan bahwa mencuci atau membersihkan diri sebagai bentuk filosofi bertobat dan memperbarui dengan sesuatu yang baru dan baik.

Sedangkan Bubur Syuro dengan warna putih dengan beraneka tambahan lauk dan lainnya, diberi makna manusia pada Asyuro harus memutihkan diri atau membersihkan diri. Sebab manusia pada dasarnya penuh dengan pernik-pernik aneka ragam kekhilafan sebagaimana lauk Bubur Syuro.

Menurut Ustad Mahfudi, bahwa perjalanan panjang Kapal Nabi Nuh sampai di bukit Zuhdi pada saat banjir dunia, dan gagal menyelamatkan anaknya yang bernama Kan’an. Menjelang berlabuh pada saat posisi makanan menipis maka menyelamatkan seluruh penumpang kapal dengan membubur sisa makanan.

“Jadi waktu itu makanan di dalam kapal sudah menipis, kemudian supaya tetap cukup dan mendapat barokah dibubur menjadi satu dengan dibagi rata, seluruh penumpang di kapal, hingga selamat dan. berlabuh pada Asyuro,” katanya, Kamis (19/8/2021) kepada rri.co.id

Jadi, katanya, kalau sekarang ada Bubur Syuro, sejarahnya bubur itu sendiri sudah ada saat 10 Muharam (Asyuro) menjadi makanan pokok umat Nabi Nuh yang selamat, sekaligus menyelamatkan seisi kapal Nabi Nuh.

Menurut Mahfudi, sama bubur tetapi pasti berbeda bentuk dan rasanya, hanya saja memaknai bahwa bubur zaman Nabi Nuh itu menjadi semacam kebersamaan, dan sekarang dilanjutkan untuk menjaga kebersamaan dengan silaturrahmi. Untuk saling mengingatkan tentang kebenaran dan kesabaran.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00