LDII Gencarkan Serbuan Vaksinasi Berbasis Pesantren

Vaksinasi oleh nakes

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua yang dilaksanakan Sabtu lalu (18/9) di Aula Ponpes Sabilurrosyidin Annur, Gayungan Surabaya menyediakan 1.000 dosis. Pendaftar telah mencapai 935 peserta, sisanya dialokasikan bagi yang belum melaksanakan vaksinasi dosis pertama.

Sejak vaksinasi dosis pertama, LDII Jatim menggandeng RS Prima Husada Surabaya sebagai tim vaksinator. Humas RSUD Husada Prima Surabaya, Elisabet Lidia menceritakan pengalamannya selama bekerjasama bersama DPW LDII Jawa Timur. 

“Merupakan suatu kehormatan bagi RSUD Husada Prima dipercaya kembali dalam pelaksanaan vaksinasi dosis kedua bersama DPW LDII. Kerjasama dan koordinasi dengan LDII sangat baik, mulai sebelum pelaksanaan, pelaksanaan dan sesudah pelaksanaan. Atas dukungan dan perhatian dari DPW LDII, kami ucakan terima kasih banyak dan setinggi tingginya,” ujar Elisabet, Kamis (23/9/2021).

Menurut Elisabet, berbagi kebaikan harus diteruskan. Ia pun berpesan agar LDII terus berbuat baik dan berbagi terhadap sesama. Lebih lanjut Elisabet juga mengapresiasi kinerja LDII Jatim dalam pelaksanaan vaksinasi. 

“Kerjasama dengan LDII sangat baik bagi kami, terutama koordinasi dan perhatian kepada nakes kami dalam upaya bersama menekan kasus Covid-19 di Jatim,” tambahnya. 

Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH. Amrodji Konawi menyebutkan bahwa vaksinasi ini merupakan ikhtiar dan mendukung program pemerintah untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19. 

“Ini sebagai bentuk ikhtiar dari pemerintah Provinsi Jawa Timur sehingga sebagian besar wilayah di Jatim masuk level satu,” ujar Amrodji.

Terkait penurunan kasus Covid-19 di Provinsi Jawa Timur, Amrodji berpesan agar seluruh masyarakat khususnya warga Jawa Timur harus selalu melaksanakan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi bepergian yang tidak perlu.

Vaksinasi di lingkungan pondok pun dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Sumardiono, salah satu peserta vaksinasi merasa terbantu dengan program vaksinasi yang digelar oleh DPW LDII Jawa Timur.

“Semua warga LDII dan masyarakat bisa mengikuti vaksinasi membantu pemerintah dalam menekan angka penyebaran Covid agar perekonomian dan kegiatan bisa pulih seperti semula,” harap Sumardiono.

Proses vaksinasi dosis kedua ini dipermudah dengan adanya database peserta yang sebelumnya telah mengikuti vaksinasi dosis pertama. Peserta menerima kiriman undangan berupa QR Code yang berisi jadwal vaksinasi sesuai nomor urut mereka. Dengan cara ini, antrian dan kerumunan peserta bisa dihindarkan. 

“Lancar, gak begitu antri, jadi semuanya teratur, sesuai prokes,” ujar Nur Fadilah, seorang ibu asal Jalan Semarang yang ikut vaksinasi sambil menggendong anaknya yang masih balita. 

Devi Febrianti, asal Babatan juga ikut memberikan testimoninya saat mengikuti vaksinasi, ”Berlangsung lancar, tempatnya juga nyaman, terus gak nunggu lama-lama, langsung dikerjakan,” ujar Devi.

Pelaksanaan vaksinasi berbasis pesantren ini menggambarkan simbiosis mutualisme antara penghuni ponpes dan warga di luar pondok. Santri dan pengurus pondok maupun warga di luar ponpes sama-sama memiliki sumbangih dalam mewujudkan herd immunity. Ini bisa membantu pemerintah dalam upaya menurunkan angka penyebaran Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00