Makna Ramadhan Bagi Santriwati Ponpes Salafiyah Kapu Kediri

Makna Ramadhan Bagi Santriwati Ponpes Salafiyah Kapu Kediri. (Foto: Ayu Citra)
Seorang pengunjung Ponpes Salafiyah Kapu Kediri, melihat foto Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhammad Hasyim Asy

KBRN, Kediri: Merasakan kekhidmatan ibadah selama 30 hari penuh di Bulan Ramadhan menjadi impian setiap umat muslim di dunia. Hal ini juga dirasakan santriwati di Pondok Pesantren Salafiyah Kapu, yang bertempat di Desa Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri di mana mayoritas santriwati ini rela meninggalkan halamannya demi ilmu agama di lokasi yang konon menjadi tempat tinggal Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhammad Hasyim Asy'ari 

Apalagi jika umumnya pada Bulan Ramadhan, di berbagai pondok meliburkan kegiatan belajar mengajar tapi hal ini tidak berlaku di Ponpes Salafiyah Kapu, Kediri.

Vania Nadindra Earli (14), santriwati Ponpes Salafiyah Kapu, asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengatakan, kalau pada bulan Ramadhan ini, masih ada kegiatan di ponpes, sehingga baru bisa pulang ke rumah di Sidoarjo hanya satu bulan sekali.

"Saya mondok di sini sudah 2 tahun sebelumnya, alhamdulilah betah. Di sini, saya atas keinginan sendiri, dan selama belajar tidak ada kesulitan, semua teman maupun pengajar baik, serta yang utama adalah pengajaran tentang saling menghargai dan saling menghargai terhadap sesama," kata Vania, usai mengikuti pelajaran mengaji, di Ponpes Salafiyah Kapu, Desa Kapurejo, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Kamis (7/4/2022).

Dengan kondisi ini, maka banyak santriwati di pondok pesantren tersebut, yang memilih alat telekomunikasi seperti telepon seluler (ponsel) menjadi sarana untuk mengobati rasa kangen kepada kedua orang tua.

Namun, untuk mengetahui rasa kangen rumah itu, para santriwati ini justru mengikuti semua agenda belajar dan mengaji di Ponpes Kapu.

Ellen Elsa Khairunnisa, santriwati asal Juron, Desa Gampengrejo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, mengaku, sengaja memilih Pondok Pesantren Salafiyah Kapu, Kediri, karena metode pembelajaran yang baik dan mengutamakan solidaritas dengan sesama.

"Alhamdulillah suasana Ramadhan di Ponpes Kapu ini sangat menyenangkan. Kami dan teman-teman diajarkan cara meningkatkan ibadah, menambah cara, dan bisa mengetahui cara bagaimana menjadi muslim yang taat aturan Allah SWT," kata Ellen.

Lebih lanjut, aktivitas Ramadhan di Ponpes Kapu Kediri, dimulai sejak pukul 03.00 WIB dengan makan sahur bersama semua santri maupun santriwati. Kemudian, seusai salat subuh hingga pagi hari para santri mulai mengaji kitab. Lalu, mereka sekolah dan salat dhuhur maupun ashar sebagian dari santri ada yang kembali belajar mengaji, dan ada yang mulai memasak bersama untuk persiapan menu buka puasa Ramadhan, seperti membuat es jeruk nipis, es campur, dan lainnya.(ac)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar