Rayakan Paskah, Umat Nasrani Kota Madiun Berdo’a untuk Keamanan Bangsa

KBRN, Madiun: Situasi Perayaan Paskah bagi umat nasrani di Kota Madiun tahun ini sedikit berbeda dibanding dua tahun sebelumnya. Perayaan tahun ini  lebih semarak, karena adanya kelonggaran dari pemerintah mengingat Kota Madiun berada pada PPKM Level 2. Namun demikian setiap rangkaian ibadah yang dijalankan tidak lepas dari penerapan protokol kesehatan (prokes).

Romo Kepala Paroki Gereja Katolik Mater Dei Madiun, Romo Robertus Joko Sulistiyo mengatakan, tema Paskah tahun ini ‘Dipersatukan Kristus dalam Persekutuan yang Dihidupi oleh Ekaristi’. Artinya setelah dua tahun umat nasrani merayakan Ekaristi secara online, harapannya tahun ini bisa dikembalikan ke semangat awal, yakni bisa bersekutu bersama di dalam satu ruangan yang sama.

“Menjelang pekan suci itu kita mengajak do’a bersama dengan do’a rosario, ya kita berdo’a untuk bangsa dan negara agar aman dan sejahtera. Salah satunya dijauhkan dari marabahaya yang tidak diinginkan. Harapannya pandemi segera berlalu, endemi datang dan aktivitas kembali normal, itu yang selalu dibawa dalam do’a-do’a kami,” ujarnya kepada RRI, Kamis (14/4/2022).

Romo Joko menyatakan, rangkaian ibadahnya, minggu ini disebut pekan suci. Di mana, Kamis (14/4) disebut Kamis putih, misa dilaksanakan dua kali, sekali misa dilaksanakan selama 1,5 jam. Kemudian Jum'at (15/4) disebut Jum’at agung, Sabtu (16/4) merupakan malam paskah dengan durasi misa 2 jam serta Minggu merupakan hari Raya Paskah. Seperti tahun-tahun sebelumnya, misa dilaksanakan secara offline dengan kapasitas 50 persen serta bisa diikuti secara online melalui komsos gereja Mater Dei.

“Kan ada orang yang sepuh atau mungkin ada yang sakit kan tidak bisa datang ke Gereja, makanya juga kita sediakan yang online. Tapi kemungkinan besar jumlah umat yang ikut online lebih sedikit dibanding tahun lalu, karena kan ini sudah sedikit longgar, mereka memilih melaksanaan misa di gereja,” terangnya.

Romo Joko menyebut, sekali misa dapat diikuti 700 umat dari total kapasitas gedung 900 umat. Tidak hanya di dalam gereja, melainkan umat disediakan tempat di luar gedung. Bagi yang melaksanakan misa di gereja harus mendaftar terlebih dahulu untuk memudahkan panitia dalam hal mengendalikan perayaan Paskah dan memudahkan dari sisi pengamanan.

“Intinya secara rohani do’anya diperteguh lagi,” pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar