FOKUS: #WASPADA KARHUTLA

Cuaca Buruk, Evakuasi Banjir Bandang Dihentikan Sementara

KBRN, Ende: Akibat cuaca buruk hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Flores Timur, Senin (05/04/2021) siang, menyebabkan proses pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor dihentikan sementara. Pencarian korban akan dilanjutkan apabila cuaca sudah membaik karena dikwatirkan akan terjadi banjir maupun longsoran susulan.

Wakil Bupati Kabupaten Flores Timur Agustinus Payong Boli mengatakan pencarian, pada hari kedua pencarian Tim SAR bersama TNI/Polri serta masyarakat berhasil mengevakuasi puluhan jenazah di 3 wilayah kecamatan yang terdampak. Masing-masing di Kecamatan Ile Boleng, Adonara Timur dan Wotanulumado.

"Saat ini,pencarian dihentikan sementara sambil menunggu cuaca membaik" ujarnya kepada RRI.co,id, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan, hingga saat ini jumlah korban meninggal terbanyak di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng sebanyak 56 orang. Dimana 37 diantaranya sudah dikuburkan.

Sementara itu, 19 orang masih dalam percarian di Waiwerang dan Waiburak. Di Kecamatan Adonara Timur, ditemukan 8 korban meninggal dunia dan 3 korban lainnya dari Desa Way Burang, Kecamatan Wotaulumado.

Agustinus menambahkan, untuk bantuan emergency berupa bahan makanan, pakaian dan obat-obatan sudah didistribusikan ke posko bencana masing-masing.

"Untuk posko dan dapur umum,kami buka dimasing-masing wilayah desa yang terdampak bencana"pungkasnya.

Sementara, hingga saat ini akses transportasi masih sangat sulit dan belum bisa dilewati kendraaan roda 4. Karena sebagian besar jalan dan jembatan rusak parah, sementara jalur laut belum maksimal karna gelombang tinggi dan angin kencang.

Pihaknya mengharapkan dukungan dan uluran tangan dari semua pihak, baik Pemprov NTT maupun Pemerintah pusat agar segera menyakurkan bantuan bagi waga tardampak karna kemampuan anggaran APBD II sangat terbatas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00