20 Hektare Lahan Pertanian Dompu Terancam Puso

Armasyah, S.Pt, Kabid Tanaman Pangan Distanbun Dompu.jpg
Seorang Petani sedang memperhatikan lahan pertanian padinya pasca diterjang banjir bandang. Data Dinas Pertanian Kabupaten Dompu, seluas 20 hektar lahan padi di Kabupaten Dompu, terancam Puso.jpg

KBRN, Dompu: Banjir bandang yang menerjang Kecamatan Pajo dan sebagian Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menyisahkan duka yang mendalam. Tidak hanya pemukiman warga, banjir akibat lungsuran air dari gunung yang gundul itu, juga menerjang lahan pertanian.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perkebunan (Dis Tambun) Kabupaten Dompu, mencatat seluar 90 hektare lahan pertanian ini terdampak. Bahkan 20 hektarenya, terancam gagal panen atau puso.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tambun, Armasyah mengatakan, data itu tersebat di dua kecamatan yakni Pajo dan Hu’u. Kondisi lahan pertanian seluas 20 hektare itu, dalam masa belum ada bulirnya.

“Rusak dan tidak bisa diselamatkan,” katanya melalui pesan WhatsApp, Kamis (8/4/2021).

Sebagian petani, terpaksa memanen padinya lebih awal meski ancaman anjloknya harga. Padi-padi ini yang sudah memasuki masa panen yang tinggal beberapa pekan. Saat ini, Dinas Pertanian sedang mengajukan bantuan dari Pemerintah Provinsi dan Pusat. Sebab, semua petani terdampak banjir ini tidak ter-cover Asuransi Tani.

Jauh hari sebelum bencana ini melanda Dompu, Dinas Pertanian sudah menyosialisasikan tentang asuransi tani. Namun program yang preminya sebagian besar ditanggung pemerintah dan sisanya dibayar petani itu, tidak mendapat respons yang positif.

“Asuransi tani ini sangat membantu. Contohnya, saat bencana kekeringan dan hama tikus bagi petani jagung akhir tahun 2020. Pengguna asuransi tani terbantukan, semua kerugiannya dibayar asuransi,” jelasnya.

Armasyah berharap, dengan bencana ini membuat petani di Kabupaten Dompu, sadar dan mau menggunakan asuransi tani.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00