FOKUS: #TANGGAP BENCANA ALAM

Kapal Nelayan Terbalik: Enam Selamat, Empat Hilang

Kantor Pencarian dan Penyelamatan atau SAR Jakarta menyelamatkan kapal motor (KM) Elang Laut yang terbalik di perairan Teluk Jakarta, dengan titik koordinat 05°50"42.00"S / 106°56"22.00"E, pada Selasa (14/9/2021).  Kepala SAR Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, total ada 10 kru kapal yang berada di dalam kapal tersebut, dan baru berhasil diselamatkan 6 kru kapal. (Dok. RRI)

KBRN, Jakarta: Kantor Pencarian dan Penyelamatan atau SAR Jakarta menyelamatkan Kapal Motor (KM) Elang Laut yang terbalik di perairan Teluk Jakarta, dengan titik koordinat 05°50'42.00"S / 106°56'22.00"E, pada Selasa (14/9/2021). 

Kepala SAR Jakarta Hendra Sudirman mengatakan, total ada 10 kru kapal yang berada di dalam kapal tersebut, dan baru berhasil diselamatkan 6 kru kapal. 

"Ada enam orang yang berhasil kami selamatkan. Menurut hasil koordinasi kami dengan korban yang selamat itu, masih ada empat orang lagi dari kru KM Elang Laut yang seluruhnya 10 orang," ujar Hendra saat ditemui wartawan di dermaga Pantai Mutiara, Jakarta Utara, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (14/9/2021). 

Sementara itu empat kru lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Kru kapal yang berhasil selamat dibawa menuju dermaga Tanjung Priok untuk selanjutnya menjalani pemulihan.

Hendra menuturkan, penyebab kapal terbalik masih diselidiki.

Hendra mengungkapkan, dalam dua hari terakhir, perairan Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta sedang dilanda gelombang tinggi dan angin kencang.

"Tadi pagi pun, angin rata-rata kecepatannya mencapai 30 knot. Ketinggian gelombang masih rata-rata 1-1,5 meter. Situasi ekstrem begini dari cuaca maupun gelombang, kendala alam itu pasti ada," ungkap Hendra. 

SAR Jakarta mengerahkan kapal patroli cepat jenis kapal tiup kaku (rigid inflatable boat/ RIB) nomor 01 dan 03, setelah menerima titik koordinat kapal yang terbalik di dermaga Pantai Mutiara.

"Jumlah personel di RIB 01 sebanyak empat orang, di RIB 03 juga empat orang. Total personel delapan orang," ucap Hendra.

Titik koordinat didapat pihaknya dari Kapal Motor (KM) Tanto Setia yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Belawan (Medan, Sumatera Utara) yang melihat langsung adanya kapal yang terbalik serta krunya yang mengapung dan hanyut di lokasi tersebut. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00