FOKUS: #TANGGAP BENCANA ALAM

Banjir, Akses Menuju Petuk Katimpun Masih Terputus

Petugas gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Jalan Danau Ranggas, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (21/9/2021). Sebanyak 45 warga terdampak banjir luapan Sungai Kahayan dan Sungai Rungan dievakuasi guna mendapatkan perawatan kesehatan di RS Kota Palangkaraya dan posko pengungsian, karena banjir yang semakin tinggi merendam permukiman warga dalam seminggu terakhir. ANTARA FOTO/Makna Zaezar

KBRN, Palangka Raya: Hampir tiga pekan lebih, beberapa daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) terendam banjir, tidak terkecuali Kota Palangka Raya, tepatnya Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya.

Ratusan rumah warga hingga kini masih tergenang air, dengan beberapa tempat air masih setinggi pinggang orang dewasa akibat luapan Sungai Rungan. 

Menurut Bhabinkamtibmas Kelurahan Petuk Katimpun, Bripka Idris, Selasa (21/9/2021), saat ini air sudah mulai surut sekitar 3 sentimeter.

Akan tetapi, akses jalan dari dan menuju perkampungan warga masih belum bisa dilalui, karena jalan yang terendam air sekitar satu kilometer lebih.

Oleh karena itu, akses menuju perkampungan atau sebaliknya hanya dengan menggunakan perahu bermesin atau kelotok yang difasilitasi warga. 

"Alhamdulilah untuk hari ini yang saya lihat langsung di lokasi sudah mulai surut. Meskipun pelan-pelan surutnya. Betul sekali terputus menuju perkampungan. Dari sini sekitar satu kilo lebih jalan terputus atau tidak bisa dilalui. Sementara ini untuk menuju perkampungan menggunakan alkon atau kelotok," ungkapnya di Palangka Raya, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (21/9/2021).

Dirinya pun berharap kepada masyarakat Kelurahan Petuk Katimpun yang terdampak banjir agar tetap menerapkan protokol kesehatan ketika berada di luar rumah serta dirinya mengajak warga selalu menjaga kebersihan lingkungan. 

"Kami selalu mengimbau agar terus waspada dan jaga kesehatan. Intinya selalu menerapkan protokol kesehatan walaupun berkerumun di lokasi banjir tetaplah prokes," imbuhnya. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00