Normalisasi Sungai Ciliwung, Pembebasan Lahan Masih Prioritas

Ilustrasi daerah aliran Sunga Ciliwung di DKI Jakarta. (Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan, hingga kini upaya normalisasi Sungai Ciliwung melalui pembebasan lahan terus terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Ia juga memastikan, sudah ada tim khusus, dan prosesnya berjalan sesuai dengan peraturan berlaku.

"Tetap jalan pembebasan. Pembebasan lahan seperti yang sudah dianggarkan berproses sesuai dengan aturan, itu ada timnya," tutur Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Riza menekankan, proses pembebasan lahan dilakukan dengan sangat hati-hati. 

"Agar tidak ada masalah yang muncul pada pelaksanaannya," kata dia.

Bahkan, kata dia, program Pemprov itu juga dipimpin langsung oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Itu kan ada tim yang melakukan pembebasan sesuai aturan mekanisme. Prinsipnya, kita harus sangat hati-hati dalam proses pembebasan lahan. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari. Kejadian kejadian sebelumnya menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetep teliti, hati-hati dan kita di pimpin dari DPR nanti," jelasnya.

Pemprov DKI, lanjut dia, juga sudah mengantongi sejumlah lokasi pembebasan lahan.

"Saya enggak hapal persisnya. Lokasi lokasinya sudah ada, sudah diatur oleh SDA sudah ada pembidangannya. Pembebasan lahan itu kan gak cuma banjir, macem-macem, ada buat taman waduk, pemakaman, RTH," tegasnya.

Sebagai informasi, total ada dua kelurahan yang menjadi fokus dalam program pembebasan lahan pada tahun 2021 ini, yakni Kelurahan Rawajati dan Cawang.

Penetapan dua wilayah kelurahan tersebut itu sesuai dengan kesepatan antara Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (DNS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00