FOKUS: #TANGGAP BENCANA

Ratusan Kepala Keluarga Terdampak Banjir Kabupaten Tangerang

Tim Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang meninjau banjir yang merendam delapan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Tangerang. (Saadatuddaraen/RRI)

KBRN, Tangerang: Sebanyak 500 kepala keluarga (KK) dari delapan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Tangerang terdampak banjir setinggi 60 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Abdul Munir mengatakan, dari hasil pendataan, terdapat 8 (delapan) RW dan 500 KK yang terdampak sekaligus menjadi korban banjir di sejumlah titik.

 "Di RW 07 Blok EA paling banyak, yakni RT 03 sebanyak 30 KK, RT 04 sebanyak 27 KK, RT 02 sebanyak 70 KK, RT 06 sebanyak 25 KK, RT 08 ada 25 KK, serta RT 01 terdata 15 KK," terangnya kepada wartawan di Tangerang, Rabu (11/5/2022).

Selanjutnya, di Perumahan Bukit Tiara RT/RW 29/09 Desa Pasir Jaya Kecamatan Cikupa terdapat 38 KK, Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis RW 08 sebanyak 25 KK, RW 07 sebanyak 75 KK, RW 06 sebanyak 40 KK, RW 22 sebanyak 25 KK, RW 20 sebanyak 16 KK dan RW 07 ada  200 KK.

Ia menyebutkan, sejauh ini pihaknya telah menerjunkan sejumlah tim untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan ke lokasi bencana.

"Update saat ini data yang diterima ada sekitar 500 KK yang terdampak banjir, adapun rata-rata ketinggian air mulai 35 hingga 60 sentimeter," ucapnya.

BACA JUGA: Hujan dan Tanggul Jebol Penyebab Banjir Tangerang

Eni warga Perumahan Bukit Tiara mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayahnya diduga kuat menjadi penyebab banjir.

"Air naik sejak Subuh sekitar pukul 04.00 WIB, dengan ketinggian sekitar batas lutut orang dewasa. Untuk rumah sekitar sini ada 38 yang terdampak," terangnya.

Ia menjelaskan, banjir yang melanda kawasan perumahan tersebut memang sudah sering terjadi setiap tahun akibat luapan air sungai/kali di sekitar perumahan.

"Biasanya air ini datang dari luapan kali/sungai di perumahan. Jika tidak ada hujan, banjir terjadi akibat kiriman air dari Pintu Air Cikupa," tuturnya.

Ia menyampaikan, hingga saat ini sejumlah warga masih bertahan di rumahnya masing-masing karena yakin banjir akan segera surut.

"Rata-rata warga di sini masih bertahan karena biasanya cepat surut," ucap Eni.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar