Peternak Terdampak PMK Akan Terima Ganti Rugi

Kepala BNPB Suharyanto saat menyampaikan kebijakan ganti rugi peternak kecil terdampak PMK - Foto Tangkapan Layar YouTube Kementerian Pertanian, Jumat (1/7/2022)

KBRN, Jakarta: Kepala BNPB Suharyanto memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk mengganti kerugian peternak kecil. Kerugian itu karena ternaknya mati akibat wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Suharyanto mengungkapkan nantinya besaran ganti rugi yang diterima peternak kecil paling tinggi Rp 10 juta per ekor. Maka itu Suharyanto meminta masyarakat tidak perlu panik. 

Namun Kepala BNPB mengimbau peternak tetap waspada dalam menyikapi wabah ini. Masyarakat pun diminta membantu pemerintah mengawal rencana penanganan yang komprehensif.

Mulai membentuk satuan tugas di tingkatan nasional hingga ke daerah. Termasuk membuat mekanisme penanganan di lapangan yang polanya seperti saat Indonesia menghadapi Covid-19.

Seperti melakukan pencegahan menggunakan alat PCR dan antigen, pengobatan pada ternak yang terpapar, karantina atau memisahkan ternak yang sehat dari yang sakit. Termasuk menerapkan prosedur stepping out bagi ternak yang mati karena wabah yang banyak menyerang sapi ini.

"Belum ada obat untuk mengatasi PMK pada ternak ini, tetapi bisa ditingkatkan antibodinya dan diberikan vitamin. Jadi sama seperti manusia saat Covid-19. Sehingga ditingkatkan antibodinya, supaya apabila pun nanti terkena virus ini tidak sampai mati," kata Suharyanto, seperti dikutip RRI dalam YouTube resmi Kementerian Pertanian, Jumat (1/7/2022).

Sebelumnya, BNPB dan PMI menggelar Gerakan Disinfeksi Nasional dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebanyak 1,05 juta liter disinfektan, 800.000 pcs spuit, 203 ribu dosis obat-obatan hingga 2.000 unit hand sprayer akan disalurkan ke berbagai daerah. Khususnya di 19 provinsi yang terdeteksi penularan PMK.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar