BMKG Ingatkan Pentingnya Mitigasi Hadapi Sesar-Aktif Baribis

Peta jalur Sesar Baribis di selatan Jakarta. (ANTARA/HO-BNPB)

KBRN, Jakarta: Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengingatkan perlunya upaya mitigasi dalam menghadapi sesar aktif Baribis yang membentang di selatan Jakarta.

"Kita tidak bisa memprediksi kapan gempa itu terjadi maka kita hanya bisa dalam ketidakpastian melakukan mitigasi  dengan cara membangun bangunan yang kuat dan tahan gempa kemudian memamahi bagaimana selamat dari gempa, sosialisasi ini penting," kata Daryono dalam laporan Reporter RRI Fadjar Ilman, Senin (4/7/2022).

Yang terpenting lagi, lanjutnya, adalah latihan evakuasi gempa dan juga oentingnya penataan ruang berbasis risiko gempa.

"Jadi kita perlu laporan mikro zonasi sehingga kita tahu daerah mana yang dapat merespons gempa dan tanah yang lunak sehingga itu bisa berpotensi amplikasi guncangan," jelasnya.

Daryono menjelaskan gempa sesar aktif Baribis pernah terjadi sebelumnya di Jawa Barat.

"Terkait dengan sesar ini karena aktif karena banyak aktifitas gempa dari Purwakarta sampai Bekasi ini bukti gempa terkini itu gempa Bekasi berkekuatan maginitudo 3.2 pada 10 Desember 2019 kemudian  gempa Jonggol  maginitudo 2.4 pada 4 Januari 2021," terangnya.

Terkait adanya sesar aktif Baribis ini, Daryono memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta khususnya BPBD DKI Jakarta.

"Saya sempat memberikan penjelasan terkait dengan sesar ini sehingga responsnya cukup bagus dan kita akan adakan sosialisasi dan pentingnya kita melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mitigasi. Tentunya akan disampaikan kepada masyarakat," paparnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkan bahwa Sesar Baribis di selatan Jakarta terbukti aktif dengan estimasi laju geser mencapai sekitar 5 milimeter per tahun.

"Selain itu keaktifan sesar ini didukung hasil monitoring peralatan sensor seismograf BMKG di mana terdapat aktivitas gempa yang terpantau di jalur sesar, meskipun dalam magnitudo kecil 2,3 – 3,1," ujar Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/6/2022) seperti dikutip Antara.

BMKG mengapresiasi hasil kajian tentang aktifnya Sesar Baribis di selatan Jakarta, yang terbit di jurnal bergengsi Scientific Reports (Nature) pada tahun ini.

Daryono mengatakan hasil kajian tersebut tentu sangat valid karena didukung dengan data gempa hasil monitoring BMKG dan data primer hasil obeservasi lapangan oleh tim peneliti menggunakan peralatan mutakhir didukung dengan metoda yang sahih.

"Tentu BMKG sangat mengapresiasi hasil kajian ini, karena memberi sumbangan penting untuk melengkapi peta sumber dan bahaya gempa bumi di Indonesia. Terpenting lagi temuan itu dapat menjadi rujukan mitigasi gempa bumi di sepanjang jalur sesar Baribis dan sekitarnya seperti kota besar Bekasi, Bogor dan Jakarta," kata dia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar