Korban Longsor di Seram Bagian Barat Ditemukan Meninggal 

Ilustrasi - Kondisi rumah warga tertimbun material akibat bencana banjir yang terjadi di Dusun Rumkuda, Kecamatan Romang, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) pada Kamis (30/6). (HO/BPBD Maluku Barat Daya)

KBRN, Jakarta: Personel BPBD menemukan sejumlah korban tanah longsor dalam keadaan meninggal dunia yang terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

"Puji syukur tadi pagi sekitar pukul 09.08 WIT itu kita menemukan seorang anak perempuan atas nama Nabila," kata Kepala BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat Thomas Wattimena dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu (6/7/2022). 

"Kemudian kurang lebih setengah jam berikut kita temukan saudaranya. Jadi informasinya mereka berdua kembaran," sambungnya.

Dengan penemuan korban ini, lanjutnya, maka sebanyak enam orang ditemukan meninggal dunia. 

"Data terbaru dari kemarin Selasa itu, jadi total korban ada sembilan sebanyak tiga orang ditemukan selamat dan enam ditemukan meninggal dunia. Jadi kemarin itu sampai terakhir tadi malam itu kita ketemukan itu orang tua dari anak tersebut atas nama bapak Abdullah Samal itu kita ketemukan pada pukul 18.20," jelasnya.

Dari peristiwa ini, menurutnya, satu keluarga korban tanah longsor tersebut telah ditemukan.

"Sudah ditemukan, jadi satu keluarga itu empat jiwa bapak ibu bersama kedua anaknya. Semua sudah ditemukan," jelasnya.

Ia membenarkan, lokasi tanah longsor tersebut merupakan lokasi penambangan liar batu dan pasir cinabar.

"Rumah itu ibarat kamp-kamp darurat sementara yang bekerja di lapangan, itu di lereng karena intensitas yang tinggi, sehingga mengakibatkan mereka tertimbun," ungkapnya.

Dilaporkan, tanah longsor ini sempat menutup jalan menuju lokasi kejadian, sehingga sulit diakses dan tidak dapat dilalui kendaraan. 

"Ya kemarin jarak kurang lebih sekitar 300 meter ada longsoran dari lereng tebing yang menutup akses jalan. Atas upaya koordinasi bersama jalan itu sudah bisa terakses dan sudah bisa dibersihkan dan sampai sore ini dapat normal kembali," jelasnya.

Pasca kejadian, ia meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas di lokasi kejadian tersebut.

"Kita khawatir ada longsor susulan dan kami mengimbau bersama pihak keamanan dan pemerintah setempat untuk tidak ada aktivitas apapun di lokasi kejadian karena rawan longsor," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar