Kementan Salurkan Tiga Juta Dosis Vaksin PMK

Sekretaris Ditjen PKH Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Makmun dalam jumpa pers perkembangan penanganan PMK dalam YouTube resmi Kementerian Pertanian RI seperti dikutip rri, Rabu (6/7/20220)/ Tangkapan Layar YouTube Kementerian Pertanian/

KBRN, Jakarta: Kementerian Pertanian menyebutkan, Indonesia memiliki jumlah vaksin darurat untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) mencapai tiga juta dosis.

Pada tahap pertama vaksin ini telah disalurkan sebanyak 800.000 dosis, kemudian sisanya disalurkan mulai Rabu (6/7/2022).

"Saat ini sudah 800 ribu. Rabu kita akan mendistribusikan lagi dengan jumlah 2,2 juta. Jadi vaksin darurat kita punya 3 juta besok karena sudah ada yang 100 persen pelaksanaannya di lapangan, maka kita distribusikan lagi," ungkap Sekretaris Ditjen PKH Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Makmun dalam jumpa pers perkembangan penanganan PMK dalam YouTube resmi Kementerian Pertanian RI seperti dikutip rri, Rabu (6/7/20220). 

Makmun menjelaskan, Kementan sengaja melakukan distribusi secara bertahap. Hal itu dilakukan agar vaksin tidak menumpuk di daerah yang memiliki keterbatasan ruang penyimpanan.

Kemudian lanjut Makmun nanti akan datang lagi mencapai 29,5 juta dosis seperti yang telah disepakati bersama dengan pemerintah pusat.

"Sebagaimana sudah disetujui oleh pemerintah jumlah vaksin kita semuanya adalah 29,5 juta," paparnya.

Selain vaksin, pihaknya juga turut menyalurkan obat-obatan ke berbagai provinsi yang terkonfirmasi ada penularan penyakit mulut dan kuku (PMK). Termasuk disinfektan untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme di lingkungan tempat terjadinya penularan PMK.  

"Ada strategi pengendalian PMK. yang pertama adalah tentu mengobati semua ternak yang sakit. Jadi yang sakit segera diobati dan Kementan sampai hari ini sudah mendistribusikan 203 ribu dosis obat-obatan yang didistribusijan ke seluruh provinsi tertular, tentu saja sampai ke tingkat bawah. Sementara disinfektan sudah mencapai 2,6 juta liter," sambung dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar