Vaksinasi PMK Menyasar Hewan Prioritas

Dokter hewan menyiapkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk disuntikan kepada sapi saat Vaksinasi PMK hewan ternak. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi/Lmo/wsj.

KBRN, Jakarta: Sekretaris Ditjen PKH Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Makmun mengungkapkan, vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang dilakukan pemerintah sifatnya prioritas, menyasar ternak-ternak dengan sejumlah kategori.

Sehingga ia meminta pengertian agar para pemilik sapi bersabar dalam menunggu giliran vaksin.

"Oleh karennya nanti kok punya saya belum, mohon menunggu," ungkap dia dalam jumpa pers perkembangan penanganan PMK dalam YouTube resmi Kementerian Pertanian RI seperti dikutip rri, Rabu (6/7/20220). 

Makmun menjelaskan, kategori pertama, sapi bibit, mengingat harganya yang mahal dan memiliki umur yang panjang. Lalu sapi perah yang memiliki kepekaan tinggi dan juga punya masa hidup yang panjang, termasuk sapi induk-an dan anak-an. 

Ia menegaskan, sapi yang medapatkan vaksin harus dalam kondisi sehat dan tidak sedang terpapar PMK. Sementara, bagi yang sudah tertular dan sembuh baru akan mendapatkan vaksin ketika 6 bulan berlalu. 

Sebab sapi dengan kategori ini menurutnya telah memiliki kekebalan alami ketika terpapar.

"Sehingga mohon para peternak kita agar tidak mengajukan untuk divaksin bagi tyqang sudah terkena. Nanti kalau sudah 6 bulan akan kita vaksin kembali," tandasnya.

Kementerian Pertanian menyebutkan Indonsia memiliki jumlah vaksin darurat untuk penyakit mulut dan kuku (PMK) mencapai 3 juta dosis. Pada tahap pertama vaksin ini telah disalurkan sebanyak 800.000 dosis, kemudian sisanya disalurkan mulai Rabu, 6 Juli 2022. 

Selain itu, nanti akan datang lagi mencapai 29,5 juta dosis seperti yang telah disepakati bersama dengan pemerintah pusat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar