Lima Fenomena Penyebab Hujan Lebat di Indonesia

Kendaraan menerjang air yang menggenangi Jalan Raya Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (4/1/2021).(Dok.Antara Foto/Raisan Al Farisi/foc).

KBRN, Jakarta : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem akibat adanya fenomena alam yang terjadi. 

Kepala BMKG Prof Dwikorita Karnawati menjabarkan dua faktor mempengaruhi terjadinya peningkatan curah hujan di Indonesia. 

1. Fenomena Iklim Global (La Nina)

Fenomena iklim global termasuk salah satu faktor yang turut mempengaruhi fenomena alam yang terjadi di Indonesia saat ini. 

"Fenomena yang tidak lazim terjadi setiap tahun. Ini merupakan siklus antara 2-8 tahun kurang lebih," kata Dwikorita saat jumpa pers secara virtual, Sabtu (23/1/2021). 

"Disebut sebagai fenomena iklim global La Nina, akibat adanya anomali suhu muka air laut di wilayah Samudera Pasifik bagian tropis, tengah," lanjutnya. 

Rita sapaan akrabnya, menjelaskan suhu muka air laut di wilayah Samudera Pasifik di bagian tropis dan tengah relatif lebih dingin. Sedangkan suhu muka air laut di Kepulauan Indonesia saat ini semakin hangat. 

Lebih lanjut, Rita mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah memonitor wilayah perairan Kepulauan Indonesia mencapai 29 derajat Celcius. 

"Akibat adanya perbedaan suhu tesebut, terjadilah perbedaan tekanan udara dan terjadi aliran masa udara yang masif dan mengakibatkan peningkatan pasokan uap air dan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Indonesia," jelasnya. 

Akibatnya, fenomena La Nina saat ini berada pada level moderat atau menengah. Sehingga akan berdampak pada curah hujan bulanan mencapai 40 persen atau lebih dari kondisi normal. 

"Itu hanya akibat La Nina saja," tandasnya. 

   

Fenomena Monsun Asia merupakan fenomena yang rutin terjadi setiap tahun. Angin Monsun Asia bisa dibilang angin yang membawa musim hujan di wilayah Indonesia. 

"Tentunya mengakibatkan pembentukan awan-awan hujan di wilayah Indonesia yang bersamaan dengan fenomena La Nina," ujar Rita. 

Rita menyebut, fenomena La Nina ini terutama terjadi di wilayah Indonesia tengah dan timur dan diprediksi terjadi dari bulan Januari hingga Maret 2021. 

"Insya allah prediksinya bulan Mei telah netral," imbuhnya.  

3. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO)

Selain fenomena La Nina dan Angin Monsun Asia, Rita mengatakan, ada dua fenomena alam lain yang membuat curah hujan di Indonesia meningkat. Dua fenomena ini bisa dibilang berasal dari luar wilayah Indonesia.

"Saat itu diprediksi adanya fenomena Madden-Julian oscillation, yaitu gelombang atmosfer yang membawa kumpulan awan-awan hujan yang bergerak dari Samuderan Hindia di zona tropis atau barat Indonesia memasuki wilayah Indonesia menuju Samudera Pasifik," bebernya. 

Jadi, saat memasuki wilayah Indonesia mulai dari bagian barat maka akan terjadi hujan. Otomatis ini akan menambah curah hujan di wilayah Indonesia tadi. 

"Tapi fenomena ini memang rutin siklusnya antara 30-60 hari. Jadi ada pengulangan," ucapnya. 

Selain fenomena MJO, Rita menyebutkan fenomena lain yang juga terjadi di wilayah Indonesia. Fenomena itu terkait dengan gelombang atmosfer yang terjadi di Ekuator. 

"Yaitu gelombang Kelvin dan Rossby yang juga meningkatkan potensi hujan," kata dia. 

Selain itu ada fenomena menghangatnya muka air laut di perairan Indonesia yang dapat meningkatkan penguapan di wilayah Indonesia.  

Terakhir, Rita mengatakan adanya fenomena siklonik yang disebabkan adanya bibit siklon di beberapa wilayah Indonesia yang dapat berdampak secara tidak langsung.

Sirkulasi siklonik merupakan pusaran angin yang memicu massa udara atau uap air sebagai faktor utama pembentuk awan akan bergerak ke arahnya. Hal ini menyebabkan daerah yang berada di sekitar sirkulasi tersebut memiliki potensi pertumbuhan awan signifikan sehingga perlu diwaspadai menimbulkan hujan lebat dan cuaca ekstrem.

"Hal itu dapat meningkatkan curah hujan dan kecepatan angin. Sehingga berbagai fenomena itu terjadi bersamaan. Sesuai yang kami prediksi," tegasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00