Korban Banjir Manado Mulai Diserang Beragam Penyakit

Kondisi salah satu rumah yang terdampak longsor di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (23/1/12021). Hujan deras yang terjadi selama beberapa jam pada Jumat (23/1) siang hingga sore hari, menyebabkan banjir dan longsor di delapan kecamatan di Kota Manado. ANTARA FOTO (Adwit B Pramono)

KBRN, Jakarta: Warga korban Banjir Manado, Sulawesi Utara, mulai terjangkit beragam penyakit, Senin (25/1/2021).

Sebanyak 57 warga berobat ke posko kesehatan di Tanjung Batu, Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast, mengatakan, pihaknya membuka pelayanan kesehatan masyarakat pasca banjir, dan menemukan keadaan demikian menyedihkan dari para korban.

Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Sulut membuka pelayanan kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dan Yayasan Medika Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM).

Macam-macam keluhan warga adalah seperti tinea pedis (kutu air), common cold (flu), mialgia (pegal-pegal), dermatitis (iritasi kulit), dan hipertensi (darah tinggi).

Selain memberikan pengobatan kepada warga, tim kesehatan gabungan juga terus menjaga protokol kesehatan demi memutus penularan Covid-19 melalui pembagian masker kepada warga yang berobat serta melakukan sosialisasi.

Total enam personel Biddokes, empat Donkes Sulut, dan empat Yayasan Medika GMIM bahu membahu melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada warga sambil membagikan vitamin.

Seperti diketahui, sejak banjir dan longsor terjadi di Manado, Jumat (22/1), Kapolda Sulut Irjen Pol RZ Panca Putra memerintahkan seluruh personel kepolisian untuk memaksimalkan bantuan ke masyarakat. 

Pasukan Brimob, Samapta, Polair, dan fungsi-fungsi kepolisian lainnya, turun melakukan evakuasi di pemukiman warga yang terendam banjir dan terisolasi akibat tanah longsor.

Namun bukan hanya Kepolisian, dalam penanganan Banjir Manado, turut bergabung semua unsur dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), Satpol PP, Basarnas, BPBD, relawan, serta anggota masyarakat lain.

Saat banjir surut, di situlah muncul beragam penyakit, seiring kegiatan warga yang mulai membersihkan sisa-sisa banjir dan longsor di kediaman mereka masing-masing.

Meski sudah surut, namun seluruh masyarakat Manado tetap diimbau waspada akan cuaca ekstrem yang masih memiliki potensi menghantam Kota Manado dan sekitarnya.

Masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai, pesisir pantai, dan lereng perbukitan serta daerah rawan bencana lainnya, telah disosialisasikan untuk waspada siaga akan bencana alam susulan akibat cuaca ekstrem.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00