FOKUS: #SRIWIJAYA AIR

Tim DVI Lengkap Mengidentifikasi Sekeluarga Korban SJ182

(paling kiri) Kepala Instalansi DNA RS Polri, dr. Niken Budi Setiawati (Dok RRI/Josua Sihombing)

KBRN, Jakarta: Sejak 9 Januari 2021 lalu sampai 26 Januari 2021, kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 sudah memasuki hari ke-18 mulai search and rescue hingga menyisakan identifikasi korban oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri.

Hari ini, berhasil diidentifikasi dua korban anak kecil, hingga genap sekeluarga berhasil teridentifikasi.

"Hari ini kita ada penemuan lagi dengan DNA, dengan nomor Am (Antemortem) 12 atas nama Umbu Kristin Zai, perempuan (2), dengan data pembanding ibu kandung dan ayah kandung. Kemudian Am Nomor 16, Zurisya Zuar Zai perempuan (8), dengan pembanding ibu kandung dan ayah kandung," kata Kepala Instalansi DNA Rumah Sakit (RS) Polri, dr. Niken Budi Setiawati, saat Konferensi Pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (26/1/2021).

BACA JUGA: Berikut Nama 55 Korban SJ182 yang Teridentifikasi

Niken lanjut menuturkan, pencocokan data Antemortem korban dilakukan terhadap data DNA ibu dan ayah kandungnya.

Diketahui sebelumnya, dalam kejadian itu, Umbu dan Zurisya sedang melakukan perjalanan bersama ibunya, dengan menggunakan maskapai penerbangan Sriwijaya Air SJ182 dari Jakarta menuju Pontianak untuk bertemu sang ayah Yaman Zai.

Selain bersama ibunya, turut pula ikut di dalam pesawat, adik dari kedua bocah itu.

Sehingga, sekarang, ibu dan tiga anaknya, lengkap seluruhnya berhasil teridentifikasi.

BACA JUGA: 26 Januari: Dua Korban SJ182 Berhasil Teridentifikasi

Berdasarkan catatan RRI.co.id terkait identifikasi korban SJ182, ibu kedua bocah itu bernama Arneta Fauzia, bernomor manifes 12, dan sudah teridentifikasi Tim DVI RS Polri melalui data pembanding anak korban pada 16 Januari lalu.

Selang satu hari kemudian, atau tepatnya 17 Januari 2021, di nomor manifes yang sama, bayi 11 bulan yang bernama Fao Nuntius Zai, teridentifikasi dengan menggunakan pembanding DNA ayah kandung.

"Alhamdulilah ini sekeluarga sudah teridentifikasi. Ini satu keluarga jadi (sebelumnya) sudah teridentifikasi di tanggal 17 dan 16, dan sekarang yang untuk Umbu dan Zurisya Zuar. Jadi sudah lengkap semua sebagai satu keluarga," tutup Niken.

Seperti diberitakan sebelumnya, ditambah hasil identifikasi bocah Umbu dan Zurisya, artinya sudah 55 jenazah korban SJ182 yang teridentifikasi, dan tersisa 7 (tujuh) korban lagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00