Tanggul Citarum Jebol dan Kesaksian Suara Gemuruh

Jalanan di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kabupaten Bekasi, penuh dengan barang-barang milik warga yang sedang melakukan pembersihan pasca banjir (Yorike/RRI)

KBRN, Jakarta: Ibu Amih, warga Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupoaten Bekasi, Jawa Barat, mengutarakan, datangnya air terjadi saat warga sedang duduk-duduk di kampung mereka.

Keadaan juga sedang hujan gerimis, dan mereka, menurut Ami, sudah khawatir akan ada banjir dan ternyata benar.

"Lagi duduk-duduk, belum pada tidur, karena takut (banjir). Sebelum kejadian, mendengar suara ngeguruh (gemuruh), dan orang pada lari-lari ke sini (arah rumahnya)," tutur Amih kepada RRI PRO3 di Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Bekasi, Rabu (24/2/2021).

Kemudian, warga berhamburan lari ke atas Citarum, karena kondisi Sungai Citarum memang tepat di belakang rumahnya.

BACA JUGA: Banjir Babakan Banten, Warga Sempat Pertanyakan Bantuan

"Habis semua (barang-barang) di rumah saya, kasur habis. Dan anak saya (disapu banjir). Jarak rumah ke tanggul Citarum dekat banget, pas di situ pisan," ujarnya.

Dan hingga Rabu kemarin, Ami beserta warga lainnya masih terus melakukan bersih-bersih di rumah masing-masing.

Namun satu kendala lagi adalah, mereka kesulitan mendapatkan air bersih pasca banjir.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Warga Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, belum dapat melupakan bagaimana tanggul Sungai Citarum jebol hingga merendam wilayah mereka dengan ketinggian air satu sampai satu setengah meter.

Menurut pantauan RRI, karena sudah surut sejak Rabu (24/2) hingga Kamis (25/2), warga setempat mulai membersihkan sisa-sisa banjir sambil membagikan unek-unek mereka soal bantuan logistik yang kurang bagus sejak Senin (22/2) sampai Selasa (23/2) lalu.

"Dari kemarin susah banget, dilewatin bae kita mah, (bantuan logistik) diturunin mah enggak. Posko sudah banyak tapi belum diturunin juga (bantuan logistiknya). Kemarin gak dapet pisan, kemarinnya juga gak dapet pisan. Akhirnya kulakan heula (beli sendiri logistiknya/makanan)," ujar Ibu Mamah dan Ibu Ryan, warga setempat yang disambangi secara bersamaan oleh RRI PRO3 di Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Kabupaten Bekasi, Rabu (24/2/2021).

Sementara itu, warga lainnya bernama Cahyadi membenarkan bahwa banjir yang menerjang Desa Sumber Urip memang sangat dahsyat dan memiliki ketinggian air lebih dari satu meter.

"Iya (air) hampir satu setengah meter. Keluarga (saya) semua mengungsi," ujar Cahyadi kepada RRI. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00