FOKUS: #WASPADA KARHUTLA

Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh Meluas

Petugas berjibaku memadamkan api karhutla di Aceh. Foto : Ist

KBRN, Banda Aceh: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aceh, dilaporkan semakin meluas. Update informasi yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), kebakaran lahan masih melanda wilayah Kabupaten Aceh Barat dan Bener Meriah. 

Kepala Pelaksana BPBA, Ilyas mengatakan, kebakaran lahan gambut yang melanda Aceh Barat sudah meluas sekitar 11.5 hektar. 

"Kebakaran lahan di Aceh Barat ini, menurut Ilyas sudah terjadi sejak tanggal 26 Februari 2021. Titik kebakaran berada di Kecamatan Mereubo, Kecamatan Arongan. 

"Di Kecamatan Meureubo luas lahan yang terbakar ± 5,5 Ha. Sementara di Kecamatan Arongan luas lahan yang terbakar ± 6 Ha, sehingga total ± 11,5 Ha," jelas Ilyas di Banda Aceh, Senin (15/3/2021). 

Dia menyebutkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. BPBD Kabupaten Aceh Barat mengerahkan satu unit armada damkar ke lokasi kejadian, satu unit mesin kohler dan beberapa selang. 

Unsur yang terlibat dalam pemadaman karhutla ini di antaranya Pos induk damkar BPBD, Polres Aceh Barat, Polsek Arongan, Koramil Arongan, Brimob Kuala Nagan Raya dan masyarakat setempat 

"Kondisi terkini di Kecamatan Meurebo api sudah padam. Sementara di Kecamatan Arongan api baru dapat dipadamkan 80 persen," ujar Ilyas. 

15 Hektar Terbakar di Bener Meriah 

Sementara itu, 15 hektar lahan juga dilaporkan terbakar di Kabupaten Bener Meriah tepatnya di Desa Muyang Kute Mangku, Kecamatan Bandar. Menurut laporan BPBA, kebakaran lahan ini sudah terjadi sejak tanggal 13 Maret. 

"Dampak kebakaran menghanguskan lahan sekitar ± 15 Ha," sebut Ilyas. 

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dalam upaya pemadaman, BPBD Bener Meriah mengerahkan dua armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. 

Kondisi terkini api belum padam sampai dengan saat ini, namun TRC di Bantu TNI/Polri terus memantau titik api. 

"Damkar tidak bisa memasuki titik api, dikarenakan jalan akses menuju titik api tidak bisa di lalui armada damkar dan berbatu," pungkas Ilyas. 

Sementara itu, Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh Zakaria Ahmat mengatakan, sebagian wilayah di Aceh masih berpotensi muncul titik panas karena masih dalam kondisi cuaca kemarau. 

"Perlu kewaspadaan timbulnya titik panas Ini disebabkan karena daerah-daerah tersebut diperkirakan masih bertahan dengan cuaca cerah dan cerah berawan," kata Zakaria. 

Adapun Wilayah yang diperkirakan masih mudah terjadi Kebakaran antara lain:

1.Langsa dalam kategori sedang (mudah) terjadi Kebakaran. 

2.Aceh Timur bagian bagian pesisir dengan kategori sedang (mudah) terbakar 

3.Sabang, Banda Aceh dan Pulau Aceh tingkat kemudahan terjadi kebakaran berkategori sedang (mudah) terbakar. 

4.Aceh Jaya terutama bagian pesisir yang meliputi kecamatan: Panga, Setia Bakti dan Darul Hikmah dengan tingkat kemudahan terjadi kebakaran katagori sedang (mudah) terbakar, begitu juga untuk Kabupaten Aceh Selatan, Kecamatan Trumon Timur.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00