Gelar Hackathon ke-2, NENI Kembangkan Transportasi Listrik

Ilustrasi Mobil Listrik (Dok Istmw)

KBRN, Jakarta: Mendukung program pemerintah untuk memberikan perubahan transportasi yang ramah lingkungan dengan program mobil listrik, organisasi internasional yang berbasis di Indonesia New Energy Nexus Indonesia (NENI) kembali menggelar Hackathon. 

Kali ini kegiatan tersebut untuk memberikan gagasan inovatif dalam membantu Indonesia membangun ekosistem di sektor electric mobility (e-mobility) di Indonesia. 

Hal tersebut diutarakan Manajer Program dari New Energy Nexus Indonesia Aditya Mulya menjelaskan, pendaftaran program tersebut mulai dibuka Kamis (15/4/2021) yang digelar secara daring. 

"Harus mendemonstrasikan solusi, inovasi atau ide yang dapat memecahkan masalah relevan dengan challenge areas kami, yakni E-Mobility dan Ekosistem Kendaraan Listrik,” kata Aditya dalam sambutannya, Jakarta (15/4/2021). 

Hackathon dengan tema [RE]energize Indonesia itu juga menandakan bahwa perjalanan New Energy Nexus Indonesia untuk ikut membangun ekosistem startup energi terbarukan yang inklusif melalui pendanaan, program inkubasi dan akselerasi, dan jaringan telah memasuki tahun yang ketiga dengan menuntaskan tujuh angkatan program inkubasi dan akselerasi, serta membimbing lebih dari 40 startup energi terbarukan dalam mengasah strategi bisnis dan inovasi. 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Program New Energy Nexus Indonesia, Diyanto Imam membeberkan bahwa pihaknya tidak hanya memfokuskan pengembangan teknologi dalam hal transportasi elektrik. 

Keseriusannya itu dipastikan pula juga untuk menunjang sarana dan prasarana kebutuhan transportasi elektrik. 

"Kami selalu bekerja sama dengan komunitas startup dan pemangku kepentingan lainnya untuk membina dan mendukung pengembangan ekosistem yang dapat mendukung tumbuh dan berkembangnya sektor mobilitas listrik di Indonesia," ujar Diyatmo. 

"Mobilitas listrik tidak hanya berarti pembuatan mobil atau kendaraan listrik tetapi juga mencakup stasiun pengisian, baterai dan penyimpanan, retrofit, dan inovasi model bisnis, serta masih banyak lagi bidang terkait lainnya," tambahnya lagi. 

Diketahui, gelaran program Hackathon itu didukung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, National Battery Research Institute, PT Surya Utama Nuansa dan berbagai kerja sama lainnya. 

Hackathon online ini juga terbuka bagi individu maupun tim, dengan raihan total hadiah sebesar Rp 100 juta, dan mendapat akses ke program Smart Energy Incubation and Acceleration.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00