FOKUS: #G20

Menuju G20, Kolaborasi Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik

Menhub Budi Karya saat menghadiri kegiatan “Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik Provinsi Bali Menuju G20” yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (23/1/2022). (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kolaborasi dalam rangka memberikan dukungan ekosistem kendaraan listrik di Bali sudah di depan mata. Kendaraan listrik tersebut muncul untuk menuju penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Kolaborasi itu antara ITS Indonesia dengan WRI Indonesia yang diwarnai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman. Nota itu berisi kerjasama percepatan kebijakan transportasi rendah emisi di Provinsi Bali.

“Kegiatan hari ini sangat relevan dalam upaya kita mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik secara masif di Indonesia,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam keterangan, Senin (24/1/2022).

Kolaborasi ini tidak akan berhenti begitu saja setelah kegiatan G20 di Bali selesai, tetapi menjadi langkah awal untuk mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik, sebagai transisi penggunaan energi bersih dan ramah lingkungan.

Dalam upaya mendukung perhelatan KTT G20 di Bali, khususnya dari sektor transportasi, upaya yang dilakukan Kemenhub salah satunya yaitu menyediakan bus listrik yang akan digunakan sebagai sarana transportasi komuter dari Bandara Ngurah Rai ke lokasi penyelenggaraan G20.

“Sebagaimana arahan bapak Presiden RI Joko Widodo, kami akan memberikan dukungan transportasi yang ramah lingkungan, sebagai wujud komitmen Indonesia pada penanganan perubahan iklim yang menjadi isu global saat ini,” ujar Menhub.

Besar harapan, untuk terus mendorong semua pihak, termasuk para pelaku usaha transportasi massal swasta untuk menggunakan kendaraan listrik, dan juga terus berupaya mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang baik misalnya: manajemen baterai, tempat pengisian daya (charging), harga yang terjangkau, dan lain sebagainya.

“Kita terus mendorong agar tingkat keekonomian kendaraan listrik ini semakin baik kedepannya, sehingga lebih ekonomis dan lebih masif penggunaannya. Dengan menggunakan kendaraan listrik lingkungan menjadi bersih, dan kita menjadi bangsa yang masyhur, yang dikenal peduli terhadap lingkungan,” ucap Menhub.

Kemenhub terus berkomitmen mendorong penggunaan kendaraan listrik secara massal, sebagai bentuk dukungan dan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengoptimalkan pembangunan berkelanjutan, serta mengurangi dan mengendalikan emisi Gas Rumah Kaca.

Beberapa upaya yang telah dilakukan Kemenhub untuk mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik secara massal yaitu, memberikan insentif berupa penurunan tarif uji tipe untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

Selain itu, untuk mendukung kegiatan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, pada tanggal 17 Januari 2022 yang lalu telah dilaksanakan touring dari Jakarta menuju Jambi dengan menggunakan kendaraan listrik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar