Antisipasi Kejahatan Siber, Kominfo Kawal Keamanan Ruang Digital

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate saat di wawancara wartawan. Foto: Ryan Suryadi/RRI

KBRN, Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memastikan pihaknya akan tetap menjaga ruang digital tetap sehat. 

Computer Security Insident Response Team (CSIRT) dari Kementerian Kominfo terus bekerja mengawal keamanan ruang digital dengan optimal. Kominfo telah menyiapkan atau melengkapi peralatan-peralatannya, menambah drone siber, menyiapkan respon timnya. 

"Kominfo mempunyai tugas untuk menjaga ruang digital agar tetap sehat. Tidak saja momen tertentu tapi pada seluruh kehidupan di dalam ruang digital setiap saat. Itu sudah ada," kata Johnny dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022). 

Menurutnya, semakin inklusifnya ruang digital, ancamannya pun terkait berita palsu dan hoaks. Kementerian Kominfo berupaya meningkatkan tidak hanya infrastruktur tapi juga talenta digitalnya.

"Dari segi infrastruktur dan alat-alatnya, kecanggihan teknologi drone siber telah ditingkatkan sehingga bisa lebih cepat mendeteksi dan menangkal hoaks sebagai ancaman keamanan ruang digital Tanah Air," kata Johnny. 

"Jadi Kominfo peralatannya sudah lebih ditingkatkan teknologinya dan mudah-mudahan akan membantu tidak saja yang berkaitan alfabetikal tapi juga yang numerikal. Sehingga bisa membacanya baik huruf maupun angka," lanjutnya Johnny.

Di samping itu, Kementerian Kominfo pun memastikan komunikasi dengan platform-platform digital seperti media sosial yang kini penggunaannya masif di Tanah Air pun terus dijalin.

Berdasarkan laporan dari Data Reportal, di Indonesia tercatat ada 370,1 juta pengguna ponsel pintar yang terhubung dengan internet. 

Jumlah penggunaan internet yang tinggi itu tentunya membuat akses ke media sosial tentu bertumbuh. Dan banyak masyarakat yang mudah terpapar banyak konten tak terkecuali hoaks atau pun berita palsu.

Maka dari itu komunikasi dan kolaborasi dengan platform media sosial di Tanah Air perlu terus dilancarkan sehingga mengecilkan potensi penyebaran hoaks. 

"Kami memang rutin berkomunikasi dengan platform-platform digital. Dan kami minta agar seluruh platform digital, tidak hanya teknologi company global juga lokal untuk terus menjaga sistemnya. Melengkapi sistemnya dengan teknologi keamanan dan enkripsi yang baik, kuat, dan timnya yang merespon dengan cepat," kata Johnny.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar