Asteroid Jatuh Diduga Jadi Penyebab Dentuman Bali

ilustrasi asteroid. (iStockphoto)

KBRN, Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan jika suara dentuman di Bali mirip dengan peristiwa asteroid jatuh di Bone, Sulawesi Selatan.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan jika tahun 2009 tepatnya pada 8 Oktober warga Bone mendengar ledakan yang disertai getaran.

"Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar, akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound," kata Thomas dalam keterangan singkatnya kepada RRI.co.id, Senin (25/1/2021).

Warga Bali, katanya, juga mengaku melihat benda bercahaya di langit yang terjatuh di laut. 

"Ada kemiripan bila dibandingkan dengan (Bone, red). Sehingga diduga ledakan di Buleleng juga disebabkan adanya asteroid besar yang jatuh," kata Thomas.

"Bisa diduga objek tersebut kemungkinan itu adalah asteroid yang masuk ke atmosfer dan menimbulkan gelombang kejut sehingga terdengar ledakan atau dentuman,” ujarnya.

Sementara, BMKG merespon adanya informasi suara dentuman kuat di Bali. BMKG memastikan suara dentuman tersebut bukan disebabkan gempa bumi. 

Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya anomali sinyal seismik yang tercacat pada sensor seismik Singaraja (SRBI) pada pukul 10.27 WITA atau 9.27 WIB. Rekaman seismik ini memiliki durasi sekitar 20 detik. 

Beberapa warga di Kintamani dan Besakih dilaporkan ada yang melihat semacam yang meteor yang melintas ke arah barat daya. Warga Buleleng yang sedang upacara adat juga mengaku melihat benda melintas di langit. 

Ada juga warga nelayan di pantai Buleleng menjadi saksi mata fenomena yang sama. 

"Terkait bunyi dentuman yang terdengar di wilayah Buleleng, BMKG belum dapat mengkonfirmasi penyebabn sesungguhnya," kata Daryono, Kepala Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan resminya, Minggu (24/1/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00