Dentuman Bali, Apa Penyebab Asteroid Jatuh?

Ilustrasi Asteroid (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyatakan jika suara dentuman di Bali mirip dengan peristiwa asteroid jatuh di Bone, Sulawesi Selatan. Bahkan dentuman tersebut sempat menghebohkan masyarakat dan mengiranya sebagai gempa.

Kepala Lapan Thomas Djamaluddin sendiri mengatakan jika pada tahun 2009 lalu tepatnya pada 8 Oktober warga Bone sempat mendengar ledakan yang disertai getaran. Lalu sebenarnya apa penyebab asteroid bisa menghantam Bumi?  

"Dugaan Lapan bahwa itu meteor besar, akhirnya mendapat bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound," kata Thomas dalam keterangan, Senin (25/1/2021).

Dilansir dari Ilmugeografi.com, Senin (25/1/2021) banyak masyarakat belum mengetahui jika terkadang ada juga sebuah benda langit  yang datang secara tiba-tiba, masuk ke lapisan atmosfer Bumi. Benda langit ini diduga tidak berasal dari sebuah hujan meteor tertentu atau siklus komet tertentu yang biasanya dapat diamati dan memiliki siklus yang rutin. 

Benda langit atau meteor semacam ini disebut dengan sporadic meteor. Jadi bukan Bumi yang menghampiri awan debu atau asteroid, tapi asteroidnya yang kebetulan berpapasan dengan orbit Bumi.

Jadi secara garis besar dapat dijelaskan jika ada sebuah benda langit (asteroid, meteor, awan debu, dan lainnya) yang bergerak cukup dekat dengan orbit Bumi, maka ada kemungkinan benda langit tersebut dapat memasuki atmosfer Bumi.

Sementara asteroid sendiri merupakan salah satu benda luar angkasa yang sewaktu-waktu dapat jatuh ke Planet Bumi. Asteroid yang pertama kali ditemukan adalah Ceres pada tahun 1801 oleh Giuseppe Piazzi dan pada awalnya dipertimbangkan sebagai planet baru.

Bahkan dilaporkan terakhir kali asteroid jatuh ke Bumi sekira 66 juta tahun lalu yang menyebabkan kepunahan massal dan memusnahkan dinosaurus. Dari jatuhnya asteroid tersebut bahkan pernah mengalami beberapa hal yang membuat manusia di bumi panik, apa saja? Berikut rangkuman yang dilansir dari You Know Facts:

1. Cuaca akan sangat berangin

Pada 2017 lalu, sekelompok ilmuwan Inggris menjalankan 50.000 simulasi komputer tentang dampak asteroid di berbagai belahan dunia. Studi tersebut menemukan bahwa salah satu dampak terbesar bagi peradaban manusia adalah angin yang mengikutinya.

Ketika sebuah benda besar sedang menghantam Bumi, hal itu menyebabkan guncangan yang serius di atmosfer. Asteroid yang hancur di udara, seperti peristiwa Chelyabinsk 2013, dapat menyebabkan perubahan yang signifikan.

2. Terjadi radiasi termal

Ketika asteroid menabrak benda yang lebih besar, mereka melepaskan banyak energi. Dengan energi itu akan memunculkan energi panas, jadi manusia akan menghadapi sejumlah besar kebakaran setelahnya.

3. Menyebabkan pergeseran seismik

Dikarenakan sebagian besar Bumi dipenuhi lautan, atau sekira 70 persen dari permukaan Bumi, kemungkinan besar asteroid akan mendarat di Atlantik atau Pasifik. 

Hal ini akan menyebabkan gempa Bumi, kemudian bisa menimbulkan tsunami. Peneliti Inggris menemukan bahwa dari 50.000 simulasi, tsunami merupakan penyebab kematian terbesar.

4. Akan berdampak jangka panjang

Dampak tersebut seperti degradasi seluruh iklim planet ini, dan hilangnya panen yang meluas bahkan dapat memusnahkan kehidupan yang ada di Bumi seperti pada zaman dinosaurus yang musnah akibat asteroid menghantam bumi pada waktu itu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00